Curah Hujan Naik, Potensi Gerakan Tanah di Perbukitan Tinggi

Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Haryadi Permana mengungkapkan, kenaikan curah hujan, baik intensitas dan durasi hujan akibat perubahan iklim menyebabkan kenaikan tekanan air pori dalam tanah. Hal itu mengaki

Curah Hujan Naik, Potensi Gerakan Tanah di Perbukitan Tinggi

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Haryadi Permana mengungkapkan, kenaikan curah hujan, baik intensitas dan durasi hujan akibat perubahan iklim menyebabkan kenaikan tekanan air pori dalam tanah. Hal itu mengakibatkan meningkatnya potensi bencana gerakan tanah di beberapa daerah perbukitan di Indonesia. "Berdasarkan data dan informasi bencana di Indonesia (DIBI - BNPB), kejadian bencana gerakan tanah di Indonesia selama kurun waktu 15 tahun (2000 - 2014) mencapai 2649 peristiwa, kejadian terbanyak di tahun 2014," ucap Haryadi kepada wartawan di Kantor LIPI Jalan Sangkuriang Kota Bandung, Senin (14/9/2015). Menurut Haryadi, potensi kenaikan kejadian gerakan tanah di Jawa Barat yang akan terus meningkat, maka upaya mitigasi bencana gerakan tanah menjadi sangat penting dan perlu untuk mengurangi risiko bencana tersebut. "Dalam upaya untuk berkontribusi dalam pengurangan resiko bencana gerakan tanah, LIPI bekerjasama dengan Japan Radio perusahaan yang bergerak di bidang  komunikasi radio, untuk pengembangan. instrumentasi pemantauan bahaya gerakan tanah berbasis sisitem informasi kebumian (SIK)," katanya. Haryadi juga menuturkan, pengembangan instrumentasi ini akan memenuhi kebutuhan produk teknologi untuk mendukung sistem peringatan dini yang memiliki kandungan lokal. "Sebagai langkah awalnya, pusat penelitian geoteknologi LIPI dan Japan Radio mengadakan. workshop bertemakan sistem peringatan dini untuk pengurangan risiko bencana gerakan tanah," pungkasnya. (Budi/DEN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA