Citarum Bestari Pada 2018, Ini Langkah Pemerintah Provinsi

Pada 2018 mendatang, Pemerintah Provinsi Jabar berharap persoalan persoalan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum sudah teratasi. Kabid Hortikultura Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat Obas Firmansyah menuturkan, pihaknya telah menga

Citarum Bestari Pada 2018, Ini Langkah Pemerintah Provinsi

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Pada 2018 mendatang, Pemerintah Provinsi Jabar berharap persoalan-persoalan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum sudah teratasi. Kabid Hortikultura Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat Obas Firmansyah menuturkan, pihaknya telah mengandeng sejumlah pihak mulai dari pemerintah pusat, satgas, masyarakat umum, pengusaha, pakar, hingga lembaga-lembaga masyarakat yang kerap turun tangan untuk mencapai Citarum Bestari, Sehat dan Indah. Citarum Bestari sendiri merupakan salah satu agenda Pemprov Jabar yang telah dicanangkan pada periode 22 Juni 2014 lalu. Pada tahap pertama tersebut, Obas menuturkan tingginya ketertarikan petani terhadap program pemerintah tersebut. [caption id="attachment_164991" align="aligncenter" width="735"] Kegiatan Sosialisasi Gerakan Citarum Bestari Pengembangan KRPL (bkpd.jabarprov)[/caption] Kedepannya, Obas bersama pihak-pihak pendukung lainnya akan menanam tanaman buah-buah, khususnya buah kesemek, dan tanaman-tanaman dracaena di sepanjang jalur DAS Citarum. Pasalnya, tanaman-tanaman buah dapat menyerap air lebih banyak sehingga menekan jumlah air pemukaan. Meski demikian, Obas menyatakan pihaknya mendapat sejumlah tantangan. Pasalnya, para petani di daerah tersebut cenderung menanam tanaman-tanaman sayur. Pihaknya pun tidak bisa sembarangan mengubah komoditas bahan pangan yang dihasilkan di daerah tersebut. "Justru di situ tantangannya bagi dinas pertanian. Tugas kita untuk meyakinkan masyarakat. Jangan sampai program pemerintah mengganti komoditas yang biasa mereka tanam tanpa ada solusi. Untuk itu dalam hal pelaksanaannya, kita harus sosialisasi secara persuasif, memberikan penjelasan, kemudian baru kita melaksanakan suatu program," jelas Obas. Karenanya, Obas akan mengadakan penanaman tanaman dracaena dalam programnya. Dalam jangaka pendek, para pengusaha yang digandeng pemerintah akan mengekspor tanaman-tanaman dracaena tersebut. Dengan demikian, para petani tetap mendapatkan penghasilan sembari menunggu waktu memanen buah. Program tersebut akan memperindah DAS Citarum yang terjulur sepanjang 77 km, mulai dari hulu hingga Waduk Saguling. (Vetra)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA