Ciletuh - Pelabuhan Ratu Disiapkan Jadi UNESCO Global Geopark

Kawasan Geopark Ciletuh telah ditetapkan menjadi Kawasan Geopark Nasional Ciletuh Palabuhan Ratu dengan sertifikat yang diterbitkan tanggal 22 Desember 2015 lalu. Kini, kawasan berpotensi wisata dunia itu tengah dipersiapkan untuk menjadi UNESCO Global

Ciletuh - Pelabuhan Ratu Disiapkan Jadi UNESCO Global Geopark

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Kawasan Geopark Ciletuh telah ditetapkan menjadi Kawasan Geopark Nasional Ciletuh -Palabuhan Ratu dengan sertifikat yang diterbitkan tanggal 22 Desember 2015 lalu. Kini, kawasan berpotensi wisata dunia itu tengah dipersiapkan untuk menjadi UNESCO Global Geopark pada 2017 mendatang. Rencananya, Maret 2017 mendatang asesor Global Geopark dari UNESCO akan kembali datang ke Jabar. Maka, menjelang kedatangan asesor global geopark UNESCO, segala kelengkapan kawasan Geopark Ciletuh- Palabuhan Ratu pun dipersiapkan lebih matang lagi, agar memenuhi persyaratan sebagai kawasan UNESCO Global Geopark. Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengatakan, wilayah Geopark Ciletuh -Palabuhan Ratu juga diperluas yang sebelumnya hanya tiga kecamatan meliputi Ciemas, Surade dan Ujunggenteng, dalam rangka persiapan kawasan geopark diperluas meliputi 74 desa di delapan kecamatan. Dengan luas area 126,100 hektare atau sekitar 126,1 Km2 yang berada di delapan kecamatan dengan 74 desa. Geopark Nasional Ciletuh -Palabuhanratu dibagi menjadi tiga wilayah bagian, dengan setiap wilayah mempunyai tema geoarea masing-masing; Geoarea Cisolok dengan tema "Pergeseran Jalur Magmatik", Geoarea Simpenan dengan tema "Plato Jampang, Geoarea Ciletuh Fosil Subduksi". Tak sampai disitu, kawasan ekonomi khusus kepariwisataan di Ciletuh pun tengah dipersiapkan dalam rangka menuju Global Geopark. "Dokumen - dokumen telah disiapkan, pengembangan kawasan juga sudah kita lakukan semenjak tahun lalu, tahun lalu kita ngebangun jalan di sana. Tahun 2017 yang akan datang kita anggaran 200 milyaran di sana untuk jalan dan jembatan, akan ada jalan sepanjang pantai dari jalan Pantai Loji membentang terus pinggir pantai sampai ke Puncak Darma, lalu ke kawasan pokoknya Ciletuh," kata Aher, usai penandatanganan kesepakatan bersama pengembangan Kawasan Geopark Ciletuh Pelabuhan Ratu, di Gedung Sate Bandung, Senin (28/11/2016). Pengembangan kawasan geopark, juga akan didukung dengan pembangunan fasilitas lainnya yang tengah dikerjakan seperti pembangunan Bandara Citarate. Dengan diakui sebagai UNESCO Global Geopark, akan menjadikan kawasan Geopark Ciletuh -Palabuhan Ratu menjadi kawasan wisata dunia. "Ciletuh itu barusan ada kerjasama dalam rangka pengembangan geopark Ciletuh - Pelabuhan Ratu, antara Pemprov Jabar, Pemkab Sukabumi, Kementerian LH dan Kehutanan, PT Perkebunan Nusantara VIII, PT. Bio Farma (Persero), Universitas Padjadjaran, PD Jawi, Paguyuban Alam Pakidulan Sukabumi (PAPSI) dan Forum Komunikasi Kelompok Penggerak Pariwisata (FK. KOMPEPAR) Kab. Sukabumi tentang pembangunan dan pengembangan Kawasan Geopark Nasional Ciletuh Palabuhan Ratu. Kita bekerjasama untuk terus mengembangkan Geopark Nasional Peabuhan Ratu menjadi UNESCO Global Geopark," tutur Aher. Sementara terkait investasi, pihaknya mengaku masih akan terus bekerjasama dengan BUMN. "Kedepan pada posisi yang pas yang saling menguntungkan, kita bisa bekerjasama degan investor yang lain," tambahnya. (Agung/Yun)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA