Cakep! Pemprov Jabar Berencana Melanjutkan Pembangunan Tol BIUTR

Proses pembangunan Bandung Intra Urban Tol Road (BIUTR) akan kembali dilanjutkan. Hal itu menyusul mulai dibangunnya akses jalan di kilometer 149 Gedebage. Demikian diungkapkan Plt Sekda Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa, di Gedung Sate Bandung, Senin (14

Cakep! Pemprov Jabar Berencana Melanjutkan Pembangunan Tol BIUTR

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Proses pembangunan Bandung Intra Urban Tol Road (BIUTR) akan kembali dilanjutkan. Hal itu menyusul mulai dibangunnya akses jalan di kilometer 149 Gedebage. Demikian diungkapkan Plt Sekda Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa, di Gedung Sate Bandung, Senin (14/9/2015). Saat ini pembanguan tol BIUTR memang masih dalam proses pembahasan, namun sepertinya akan segera terealisasi. Terlebih dengan dibangunnya akses jalan interchange jalan tol kilometer 149 Cileunyi menuju Jalan Soekarno-Hatta Bandung. "Nantinya ada akses jalan dari interchange itu," jelas Iwa. Untuk tahap pertama pembangunan interchange yang sedang dilakukan, pembangunan konstruksinya ditargetkan selesai bulan Desember 2015. Pembangunan, pembebasan lahan dan pembangunan konstruksi tetap dilakukan. Sehingga nantinya akan menyambung dengan pembangunan dan pembebasan lahan BIUTR yang lainnya. Apalagi tol BIUTR akan dilakukan di beberapa titik termasuk menyambungkan Jalan Soekarno-Hatta hingga Surapati. Menurut dia, pembangunan interchange KM 149 dan BIUTR sangat penting, terlebih diyakini bisa mengatasi kemacetan lalu lintas di Kota Bandung. "Awalnya interchange KM 149 itu untuk persiapan pembukaan PON XIX/2016 di GBLA, tetapi sekarang dipindah ke Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung. Walaupun begitu pembangunan Interchange KM 149 terus dilakukan dan bisa nyambung dengan BIUTR," katanya. Untuk diketahui, pembangunan interchange KM 149 akan dikerjakan Pemprov Jabar, Pemkot Bandung dan Kementrian PU Pera. Pemprov Jabar bertugas membebaskan lahan, kemudian pemerintah pusat pada konstruksi pembangunan jalan. Pembebasan lahan tahap pertama dari APBD provinsi mencapai Rp300 milyar. (LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA