Bentrok Dua LSM Terjadi Saat Unjuk Rasa Lapangan Gunungsari Lembang

Bentrokan terjadi antara demonstran yang tergabung dalam Pemuda Mandiri Peduli Rakyat (PMPR) dengan sekelompok ormas dan LSM saat terjadi unjuk rasa di ruang rapat Asisten Adminstrasi, Pemkab Bandung Barat, Ngamprah, Rabu (3 2 2016). Bentrokan lebih

Bentrok Dua LSM Terjadi Saat Unjuk Rasa Lapangan Gunungsari Lembang

‪BANDUNG BARAT, FOKUSJabar.com : Bentrokan terjadi antara demonstran yang tergabung dalam Pemuda Mandiri Peduli Rakyat (PMPR) dengan sekelompok ormas dan LSM saat terjadi unjuk rasa di ruang rapat Asisten Adminstrasi, Pemkab Bandung Barat, Ngamprah,  Rabu (3/2/2016). Bentrokan lebih lanjut bisa dicegah oleh aparat keamanan yang berada di dalam ruangan. Baku hantam itu terjadi saat Asisten Pemerintahan Aseng Junaedi sedang menyampaikan pendapatnya saat beraudiensi dengan pengunjuk rasa terkait alihfungsi lapangan Gunungsari jadi Ruko . Saat itu perwakilan pendemo mengeluarkan kata-kata yang memancing emosi pejabat tersebut. [caption id="attachment_205255" align="aligncenter" width="735"] Bentrok Dua LSM terjadi saat unjuk rasa Lapangan Gunungsari Lembang[/caption] Namun secara tiba-tiba sekelompok warga dari LSM dan ormas pro pemkab yang juga hadir dalam pertemuan itu juga tersulut emosinya. Tak terima dengan sikap pendemo, salah seorang anggota LSM sempat memukul perwakilan demonstran dianggap memancing emosi. Beruntung aparat kepolisian yang ikut hadir dalam pertemuan itu berhasil mencegahnya. Keributan yang dikhawatirkan berlanjut hingga keluar ruangan tidak terjadi. "LSM dan Ormas yang mengikuti jalannya demo dengan tegas menolak intervensi apapun terkait dengan aset pemerintah. Perlu diingat Kabupaten Bandung Barat itu lahir dari aspirasi rakyat, setelah terbentuk sudah barang tentu harus kita jaga semua asetnya," kata Ketua LSM GERAM Dekky Karwur yang sempat terlibat insiden baku hantam. Sementara itu dalam aksinya  massa dari PMPR membawa karangan bunga bertuliskan turut berduka cita atas perampasan aset tanah milik rakyat oleh pemerintah.Selain membawa karangan bunga yang diletakan tepat di depan pintu masuk  utama bupati , juga sengaja membuat kuburan.  Menunjukan  simbol  bahwa semua akan kembali ke kuburan  dan bentuk kekecewaan masyarakat atas sikap pemerintah yang  merampas tanah rakyat. Para pengunjuk rasa mempersoalkan Lapangan Gunungsari Lembang yang berubah fungsi menjadi tempat bisnis.  Alih fungsi itu menyebabkan  lapangan sepakbola yang banyak melahirkan pemain Persib seperti Robby Darwis,  Roy Darwis,  Tantan, Yudi Guntara, dijadikan ruko. "Tanah itu milik ahli waris Nyai Urki yang menikah dengan orang Italia.  Dari pernikahan itu lahir Mafalda atau Nyi Sofiah yang menjadi ahli warisnya.  Jelas kalau diruntut dari silsilah kepemilikan tanah, tidak ada disebut-sebut pemerintah, " kata Ketua Umum  PMPR Rohimat. "Kalau untuk kepentingan umum,  silahkan saja tapi jika difungsikan untuk kepentingan lain kami menolak. Aksi kami merupakan aksi damai tidak ada maksud apapun," tegasnya. Mereka juga meminta Pemkab Bandung Barat memaparkan perihal pemberian Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di lapangan Gunungsari yang masuk kawasan Bandung Utara (KBU). Dimana sebelumnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat telah menolak IMB di lokasi tersebut. "Dalam hal ini kami LSM PMPR tidak akan pernah membiarkan permasalahan yang terjadi mengendap begitu saja, sampai Pemkab Bandung Barat dapat mempertanggungjawabkan perampasan aset ini secara hukum," tandasnya. (Tri/MSU)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA