Batu Cinta Ada di Tengah Situ Patengan

Obyek wsiata Situ Patengan yang dikelola BKSDA dan PTPN VIII itu, sejak tiga hari terakhir ini mulai ramai dikunjungi pelancong. Pelancong yang menikamti keasrian alam dan hamparan kebun teh ini masih didominasi pelancong domestik. caption id attachm

Batu Cinta Ada di Tengah Situ Patengan

Oleh : Agus Dinar BANDUNG, FOKUSJabar.com: Obyek wsiata Situ Patengan yang dikelola BKSDA dan PTPN VIII itu, sejak tiga hari terakhir ini mulai ramai dikunjungi pelancong. Pelancong yang menikamti keasrian alam dan hamparan kebun teh ini masih didominasi pelancong domestik. [caption id="attachment_67225" align="aligncenter" width="460"] Hamparan Kebun Teh yang mengelilingi Situ Patengan menjadi pemandangan asri yang patut dinikmati para pelancong(Foto: Agus Dinar)[/caption] Rudi Baihaqi (32) pelancong dari Kota Depok mengaku akan menghabiskan waktu libur keluarganya di sekitar obyek wisata Patengan. “Kami sudah carter room di cotagge yang tak jauh dari sini. Patengan sangat asri,” paparnya Kamis (26/12). Sejumlah pelancong mengaku mengunjungi Situ Patengan selain ingin menikmati keasrian danau dan kebun teh, juga tertarik dengan cerita tentang batu cinta. Batu cinta berada di tengah-tengah Danau Patengan. Untuk mencapai lokasi batu cinta para pelancong harus naik perahu. "Wisata alam jauh lebih menarik ketimbang liburan di dalam kota. Kalau ke objek wisata alam bisa mengajarkan tentang alam semesta kepada anak-anak," papar Rudi. [caption id="attachment_67224" align="aligncenter" width="460"] Perahu-perahu di Situ Patengan(Foto: Agus Dinar)[/caption] Pengurus Komonitas Penggerak Pariwisata Patengan yang juga Kepala Desa Patengan Asep Ester, mengatakan peningkatan jumlah pengunjung terjadi sejak empat hari terakhir. Peningkatan jumlah pengunjung berdampak terhadap pendapatan pemilik perahu. "Kalau ramai seperti sekarang, biasanya pendapatan pemilik perahu bisa Rp200 ribu sampai Rp300 ribu. Kami perkirakan puncak kunjungan akan terjadi pada malam tahun nanti," ujarnya. Administratur PTPN VIII Kebun Rancabali Nana Sumana, menyebutkan, Situ Patengan sejak lama menjadi favorit para pelancong. Menurut dia, pelancong yang datang ke obyek wisata ini bukan hanya pelancong domestik. Pada bulan-bulan tertentu Perkebunan Rancabali, Sinumbra mendapat kunjungan pelancong mancanagara. Para pelancong mancanagara itu kebanyakan dari Eropa. “Mereka bukan hanya menikmati hamaparan kebun teh, tetapi juga mampir untuk menikmati Situ Patengan,” kata Nana. Para pelancong yang ingin berlama-lama tinggal di sekitar obyek wisata perkebunan inipun tak sulit mencari rumah tinggal. Sebab di sekitar perkebunan ada sejumlah bungalow yang disewakan. Soal tarif bungalow tak bakal merogoh kocek terlalu dalam, sama dengan tarif menginap di hotel-hotel Kota Bandung. (**)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA