Bantuan Keuangan Desa di Bandung Barat Tak Kunjung Cair

Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) mempertanyakan dana bantuan keuangan desa atas aspirasi dewan yang tak kunjung dicairkan hingga saat ini. Padahal, Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) SKPD sudah turun sejak tahun anggaran murni 2016. Dari

Bantuan Keuangan Desa di Bandung Barat Tak Kunjung Cair

BANDUNG BARAT, FOKUSJabar.com: Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) mempertanyakan dana bantuan keuangan desa atas aspirasi dewan yang tak kunjung dicairkan hingga saat ini. Padahal, Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) SKPD sudah turun sejak tahun anggaran murni 2016. "Dari anggaram murni 2016 sampai murni 2017 belum juga turun, banyak kepala desa kecewa, padahal DPA-nya sudah turun, tapi proses pencairannya tidak ada" ungkap Sekretaris Ketua Komisi III DPRD KBB Pieter Juandis di Padalarang, Selasa (17/1/2016). Belum lama ini pihaknya menerima laporan kekecewaan dari seumlah kepala desa terkait terhambatnya bantuan dana desa serta pembangunan desa. Padahal seharusnya manfaatnya sudah bisa dirasakan warga seak tahun anggaran 2016. Dia menegaskan, ke depan Bupati Bandung Barat Abubakar harus lebih selektif untuk memilih personelnya. "Bupati harus menempatkan orang sesuai dengan kemampuan dan tupoksinya, jangan asal menempatkan saja. Harus sesuai dengan kemampuan di bidangnya," tegas dia. Untuk diketahui, bantuan desa yang jumlahnya Rp100 juta itu sudah beberapa kali diubah, mulai dari tahun anggaran murni 2016, perubahan 2016 dan diubah lagi ke tahun anggaran murni 2017. "Padahal untuk dana bantuan desa ini berdasarkan nomenklaturnya yang saya lihat dibagian hukum masih yang sama, ada apa ini," tuturnya. Sementara itu, Kepala Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong Ayi Kosasih tidak menampik bahwa anggaran bantuan desa itu belum cair. Padahal, DPA untuk bantuan tersebut telah diturunkan sejak anggaran perubahan 2016. "Saya juga tidak tahu kenapa anggaran tersebut tidak pernah dicairkan, padahal hanya tinggal menunggu SK dari bupati saja," kata Ayi. Pihaknya mengaku kecewa atas keputusan Pemkab Bandung Barat yang tidak juga mencairkan dana bantuan tersebut. Pasalnya, pihaknya bersama warga telah menunggu aliran dana bantuan yang akan dialokasikan untuk membangun lapangan bola voli di Desa Cihideung. "Warga sudah tahu bakal ada aliran dana bantuan untuk lapangan bola voli, tapi hingga saat ini tidak turun juga, saya jadi banyak juga ditanya warga," pungkasnya. (Tri/LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA