Alkes: Mayoritas Tahapan Dipenuhi Unsur Rekayasa

Saksi ahli Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Ganis Diarsyah menyebut, perkara kasus Korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) di Dinas Kesehatan Jawa Barat terjadi dengan indikasi rekayasa pelelangan. Rekayasa itu mengarahkan kepada satu me

Alkes: Mayoritas Tahapan Dipenuhi Unsur Rekayasa

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Saksi ahli Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Ganis Diarsyah menyebut, perkara kasus Korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) di Dinas Kesehatan Jawa Barat terjadi dengan indikasi rekayasa pelelangan. Rekayasa itu mengarahkan kepada satu merek atau produk, sehingga merugikan negara hingga Rp18 milyar. Demikian diungkapkan Gani saat menjadi saksi ahli dalam sidang Tipikor degan terdakwa Amir Hamzah, I Triswanto dan Susi Astuti. Ganis mengungkapan, banyak penyelewengan dalam proyek Pelayan Obstetrik dan Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) tingkat RSUD dan proyek pengadaan Pelayanan Obstetri Neonatus Esensial Dasar (PONED) di tingkat Puskesmas, yaitu mulai dari tahapan penentuan spek yang disetting sejak awal. "Spek yang diusulkan sudah jelas ke satu produk atau merek dan itu bertentangan dengan peraturan. Bahkan beberapa rekanan harus tersingkir," ungkap Ganis di Pengadilan Negeri Tipikor Jalan LLRE Martadinata Bandung, Rabu (16/9/2015). Dalam hal ini mereka melanggar pasal 81 ayat 1 huruf B Perpres nomor 54/2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa. Tidak hanya itu, Ganis membenarkan kepada Majelis Hakim Tipikor bahwa dalam pengadaan dua kategori alat kesehatan itu hampir seluruh tahapan dipenuhi unsur rekayasa. Ganis menambahkan, dari hasil audit, BPKP Jabar menemukan sub kontraktor yang 'bermain' dalam proyek tersebut. Artinya, pemelian alkes tidak langsung dijalankan pemenang lelang melainkan melalui sub-sub kontraktor. "Saya kira sub - sub ini juga harus bertanggungjawab, karena pembelian ternyata bukan ke pendukung. Itu penyebab betapa banyak uang yang dikeluarkan negara dalam proyek ini," ungkap Ganis. (Adi/LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA