Alasan Stasiun Kereta Cepat di Walini Tidak Masuk Akal

Anggota DPRD Jawa Barat, Ali Hasan menyayangkan lahan perkebunan Teh Walini di Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat digunakan untuk stasiun kereta api cepat, lantaran diprediksi ribuan tanaman teh di lahan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN

Alasan Stasiun Kereta Cepat di Walini Tidak Masuk Akal

BANDUNG BARAT,FOKUSJabar.com : Anggota DPRD Jawa Barat, Ali Hasan menyayangkan lahan perkebunan Teh Walini di Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat digunakan untuk stasiun kereta api cepat, lantaran diprediksi ribuan tanaman teh di lahan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII akan rusak. Dia juga mengatakan, alasan kerjasama pembangunan kereta cepat dengan PTPN VIII yang mengalihfungsikan lahan perkebunan teh menjadi kawasan lokasi persinggahan kereta cepat, sangat tidak masuk akal, jika alasannya karena perkebunan teh kawasan tersbeut sudah tidak produktif lagi. Seperti diketahui, PTPN VIII memiliki luas lahan perkebunan teh mencapai 2.800 hektare. Dari luas lahan tersebut, 1.270 hektare diantaranya akan dijadikan untuk pengembangan kawasan lokasi persinggahan (transit oriented development/TOD) kereta cepat. "Sangat disayangkan jika stasiun kereta api cepat ditempatkan di lahan perkebunan teh, akan banyak lahan perkebunan yang rusak," ucap Ali Hasan kepada wartawan di Padalarang, Jumat (12/2/2016) siang. Dia menjelaskan, alasan kerjasama PTPN VIII yang berdalih tanaman teh di Walini sudah tak produktif, padahal jika sudah tak produktif bisa dilakukan perbaikan produksi tanaman dengan perawatan dan pemberian pupuk agar menghasilkan produk yang dihasilkan lebih maksimal. "Kalau tidak produktif lagi, bisa pakai pupuk. Jadi alasannya tidak masuk akal," ungkap politisi Partai Golkar ini. Ia memandang, hasil produktifitas dari lahan perkebunan teh dapat menjadi penyumbang cukup besar untuk APBN. Pemasukan terbesar dari ekspor teh ke berbagai negara tujuan. "Apalagi, teh dari Indonesia itu kualitasnya sangat bagus. Disayangkan kalau lahan teh ini jadi rusak," terangnya. (Tri/Yun)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA