Akui Telah Dihipnotis, Pejabat Komisi Yudisal Kalang Kabut

Nasib sial menimpa Ketua Bidang Investigasi Komisi Yudisial Prof. Dr. Eman Suparman. Dirinya menjadi korban atas aksi hipnotis jarak jauh yang dilakukan Baharudin (26) yang mengakibatkan kerugian materi hingga Rp26 juta. Eman menuturkan, dirinya tidak bi

Akui Telah Dihipnotis, Pejabat Komisi Yudisal Kalang Kabut

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Nasib sial menimpa Ketua Bidang Investigasi Komisi Yudisial Prof. Dr. Eman Suparman. Dirinya menjadi korban atas aksi hipnotis jarak jauh yang dilakukan Baharudin (26) yang mengakibatkan kerugian materi hingga Rp26 juta. Eman menuturkan, dirinya tidak bisa menghindar ketika pria lulusan SMP itu mengintruksikan dirinya agar mentransfer sebanyak tiga kali yang berakhir dengan permintaan pulsa, meski sudah diingatkan sang istri. "Ketika mentransfer yang ketiga kalinya, istri saya sudah menghentikan. Saya malah mengatakan 'ah cicing lah, keheula', itu terbukti saya berada diluar kesadaran," ujarnya kepada wartawan di Bandung, Selasa (15/9/2015). [caption id="attachment_164248" align="aligncenter" width="735"] Ketua Bidang Investigasi Komisi Yudisial Prof. Dr. Eman Suparman (FokusJabar/Adi)[/caption] Eman menuturkan, untuk mengetahui kebenaran modus penipuan itu, dirinya kerap berkonsultasi. "Hipnotis menggunakan cara verbal dengan jarak itu bukan mitos, itu benar adanya," katanya. Setelah terungkapnya modus penipuan ini, sang pelaku berhasil ditangkap oleh Subdit vismondev Polda Jabar dan diproses ke peradilan. Eman  pun menyerahkan penuntasan penipuan tersebut dengan proses hukum yang adil. Eman juga mengaku akan memaafkan tindakan yang dilakukan pemuda asal Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan itu. "Dia mengakui hal itu. Orang bugis ini kalau keluar dari daerahnya dibekali do'a - do'a oleh orang tuanya untuk menjaga diri," tukasnya. (Adi/Vetra)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA