Aher: Kupon Kurban untuk Masyarakat Tidak Mampu

Usai menggelar Shalat Idul Adha 1437 H dan memotong hewan kurban di Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat, Gubernur Ahmad Heryawan (Aher) kemudian melaksanakan pemotongan hewan qurban di lingkungan rumah dinasnya di Gedung Pakuan, Jl. Otto Iskandardin

Aher: Kupon Kurban untuk Masyarakat Tidak Mampu

BANDUNG,FOKUSJabar.com : Usai menggelar Shalat Idul Adha 1437 H dan memotong hewan kurban di Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat, Gubernur Ahmad Heryawan (Aher) kemudian melaksanakan pemotongan hewan qurban di lingkungan rumah dinasnya di Gedung Pakuan, Jl. Otto Iskandardinata No. 1 Kota Bandung, Senin (12/9/16). Di rumah dinasnya ini Aher memotong dua ekor sapi dan enam ekor domba yang merupakan hewan kurban milik istrinya Netty Prasetiyani Heryawan serta anak-anaknya. Daging kurban ini kemudian akan dibagikan kepada masyarakat di sekitar Gedung Pakuan. Disela-sela dia memotong hewan kurban, Aher mengatakan. dengan nilai sosial yang melekat pada Hari Raya Idul Adha, daging kurban yang ada mesti dibagikan kepada fakir-miskin atau masyarakat yang membutuhkan. Untuk itu, dia mengimbau agar kupon daging kurban yang ada agar bisa diberikan kepada masyarakat yang tak mampu. "Yang paling utama didistribusikan kepada masyarakat yang paling membutuhkan yaitu fakir-miskin. Jadi saya imbau kupon didistribusikan kepada masyarakat yang tidak mampu. Kalau yang mampu tidak kebagian ya tidak apa-apa," kata Aher. Sebelumnya, Aher memotong hewan kurban miliknya serta sumbangan dari Presiden RI Joko Widodo di Masjid Raya Bandung. Dia merasakan kenikmatan tersendiri tatkala memotong hewan kurban miliknya sendiri, karena hal tersebut juga membutuhkan sebuah keberanian. "Kita menyembelih sendiri rasanya lebih afdhol, sebab ini juga butuh keberanian. Ini juga setara dengan butuh keberanian dalam hidup bersosial," ucapnya. Pada kesempatan ini, Aher pun meminta agar masyarakat bisa memilih hewan qurban yang layak dan sehat untuk dijadikan hewan qurban, yakni hewan yang berlabel sehat atau telah dinyatakan sehat oleh pihak terkait. " Hewan yang layak dikonsumsi adalah yang sehat, baik yang untuk kurban ataupun bukan untuk kurban," tukasnya. (LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA