Ade Irawan Ingatkan Kejati Jabar, Kasus SPPD Cimahi Belum Tuntas

Mantan Bupati Sumedang, Ade Irawan mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Barat didampingi empat orang untuk melaporkan 44 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cimahi dalam kasus Korupsi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) Kota Cimahi.

Ade Irawan Ingatkan Kejati Jabar, Kasus SPPD Cimahi Belum Tuntas

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Mantan Bupati Sumedang, Ade Irawan mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Barat didampingi empat orang untuk melaporkan 44 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cimahi dalam kasus Korupsi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) Kota Cimahi. Ade yang merupakan mantan terpidana kasus tersebut dan divonis bebas pada 25 Agustus 2016, menginginkan 44 anggota dewan diusut. Ade yang menggunakan batik motif coklat lengan pendek itu, langsung masuk ke ruangan penyidik disertakan dengan barang bukti berupa CD rekaman selama persidangan dirinya di Pengadilan Negeri Kelas 1A Bandung. "Hari ini ingin menyerahkan surat ke Kajati Jabar mengenai kasus SPPD Cimahi tahun anggaran 2011 yang dikembangkan ke 2010," ujar Ade di Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Kota Bandung, Senin (16/1/2017). Ade mengingatkan kepada penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Barat agar menuntaskan kasus tersebut. " Mungkin sibuk, saya ingin mengingatkan kembali kalau kasus ini belum tuntas. Ingin silaturahim juga dengan Aspidsus," tambahnya. Ade menyatakan, ke 44 anggota dewan itu menikmati anggaran perjalanan dinas namun tidak berangkat. Oleh karenanya, ke 44 anggota dewan itu harus diperiksa dan ditetapkan sebagai tersangka. "Ini perjalanan dinas DPRD, ada 45 dewan, ada pejabat struktural. Dari perjalanan itu cuma saya sendiri, ini kan perjalanan dinas DPRD bukan perjalanan dinas Ade Irawan," terangnya. (Adi/Bam's)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA