Yunani evakuasi 6.000 pengungsi ke kepulauan utama

Kondisi kamp-kamp pengungsi di pulau-pulau kecil Yunani yang penuh sesak dan tak layak huni telah dikritik oleh kelompok-kelompok HAM

Yunani evakuasi 6.000 pengungsi ke kepulauan utama

ATHENA 

Yunani berencana untuk memindahkan 6.000 pengungsi dari kamp-kamp di pulau-pulau kecil ke kepulauan utama akhir tahun ini.

"Kami berencana untuk memindahkan 6.000 pencari suaka dan pengungsi ke kepulauan utama sampai akhir tahun ini," ujar Menteri Migrasi Yunani Dimitris Vitsas di Athena, Kamis.

Sepanjang tahun ini, lebih dari 23.000 pengungsi telah dipindahkan ke kepulauan utama karena kondisi kamp-kamp yang penuh sesak dan tak layak huni. 

Vitsas mengatakan bahwa sekitar 28.000 migran gelap menyeberang ke Yunani melalui Laut Aegea tahun ini.

Menurut dia, sebanyak 290 pengungsi dikirim kembali ke Turki, 886 lainnya kembali ke negara asal mereka secara sukarela, dan 177 pengungsi dikirim ke Jerman sebagai bagian dari program penyatuan keluarga.

Menteri urusan migrasi itu juga menyerukan untuk memperkuat kesepakatan Uni Eropa-Turki mengenai pengungsi 2016.

Pada Maret 2016, Uni Eropa dan Turki mencapai kesepakatan untuk menghentikan migrasi tidak teratur melalui Laut Aegea, dan memperbaiki kondisi pengungsi Suriah di Turki.

Selama pertemuan internasional di Eropa, Vitsas mengatakan bahwa Yunani selalu menjunjung pentingnya kerja sama dengan Turki dalam penanganan pengungsi.

Dia mengungkapkan bahwa Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu akan mengunjungi Yunani Januari tahun depan, karena kedua pasukan keamanan negara sepakat bekerja sama untuk memerangi perdagangan manusia.

Kondisi kamp-kamp pengungsi yang penuh sesak di pulau-pulau kecil Yunani telah dikritik oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia.

Turki menampung pengungsi Suriah paling banyak dari negara lainnya di dunia, yaitu 3,5 juta jiwa. 

Turki telah menghabiskan lebih dari USD32 miliar dari anggaran nasionalnya untuk membantu dan melindungi pengungsi sejak awal perang saudara Suriah meletus.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA