Vania Santoso, delegasi Indonesia dalam KTT Perubahan Iklim PBB

Vania, 27, adalah pendiri heySTARTIC, sebuah inovasi sosial yang bertujuan meningkatkan kesadaran atas perubahan iklim melalui produk-produk daur ulang

Vania Santoso, delegasi Indonesia dalam KTT Perubahan Iklim PBB

PBB akan menyelenggarakan KTT Anak Muda untuk Perubahan Iklim, pertama kalinya dalam sejarah PBB.

Acara ini adalah forum bagi anak-anak muda yang menjadi pemimpin aksi dalam menyelamatkan bumi dari perubahan iklim.

Konferensi anak muda, yang berlangsung pada 21 September mendatang ini juga menjadi pembuka KTT Perubahan Iklim Global PBB yang akan dihadiri perwakilan pemerintahan negara-negara di dunia. 

Dalam kesempatan bersejarah ini, Indonesia akan diwakili Vania Santoso. 

Vania, 27, adalah pendiri heySTARTIC, sebuah inovasi sosial yang bertujuan meningkatkan kesadaran atas perubahan iklim melalui produk-produk daur ulang. 

“Vania juga merupakan staf UNICEF Indonesia di bidang inovasi,” demikian keterangan UNICEF, Kamis. 

KTT Anak Muda untuk Iklim PBB ini akan mengangkat berbagai program yang menyatukan para aktivis muda, inovator, pelaku bisnis, dan pelaku perubahan guna berbagi komitmen melawan perubahan iklim.

Mengelola sampah

Alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga ini memulai heySTARTIC pada 2005 saat berusia 12 tahun hingga akhirnya menjadi perusahaan sosial pada 2014.

Berkat kiprahnya dalam mengelola sampah, Vania meraih sejumlah prestasi internasional.

Pada 2007, Vania mendapatkan pendanaan internasional pertamanya sebesar USD10.000 dengan memenangkan tempat pertama dalam Program Lingkungan Volvo dan PBB di Swedia. 

Dia juga salah satu pemuda pada Ashoka Young Changemakers 2009 dan dianugerahi Juara Iklim 2010 oleh British Council. 

“Banyak aktivis dan bank sampah telah bekerja, namun hanya sedikit yang bisa menjualnya,” terang UNICEF menjelaskan sosok Vania.

Bahkan pada usia 19 tahun, Vania menyabet gelat Satyalencana Wirakarya dari Presiden Indonesia berkat kepeduliannya pada lingkungan.

Vania terpilih menjadi satu dari 150 peserta yang diakui sebagai pengusaha wanita dan pemuda global paling dinamis dan untuk berpartisipasi dalam KTT Kewirausahaan Global Ketujuh di Silicon Valley pada 2016 atas biaya Kementerian Luar Negeri AS.

Dia juga telah menerima penghargaan lainnya termasuk Young Leaders for Indonesia Award 2014 dari McKinsey & Company, Young Social Entrepreneur 2015 dari Singapore International Foundation, dan Juara Indonesia 2016 untuk Penghargaan Global Student Entrepreneur dari Organisasi Entrepreneurs. 

Kepemimpinan etisnya di heySTARTIC membawanya sebagai presenter yang diundang untuk KTT Pemimpin Muda Ketiga 2018 tentang Kepemimpinan Etis oleh Asia Europe Foundation di Brussels, Belgia.

Kiprah Vania diharapkan dapat menginspirasi masyarakat Indonesia dalam mengelola lingkungan, diantaranya dalam pengelolaan sampah, yang kini menjadi isu lingkungan dan sosial secara global.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA