Usai bertempur 2 hari, Israel dan Gaza capai gencatan senjata

Juru bicara Jihad Islam mengatakan kesepakatan gencatan senjata dengan Israel itu dicapai atas mediasi Mesir dan telah berlaku pada Kamis pukul 05.00 waktu setempat

Usai bertempur 2 hari, Israel dan Gaza capai gencatan senjata

GAZA

Kelompok perlawanan Palestina Jihad Islam mengumumkan pihaknya dan Israel menyepakati gencatan senjata di bawah mediasi Mesir.

Juru bicara Jihad Islam Musab al-Buraim mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa kesepakatan gencatan senjata dengan Israel itu dicapai atas mediasi Mesir dan telah berlaku pada Kamis pukul 05.00 waktu setempat.

Al-Buraim mengungkapkan gencatan senjata itu dilakukan atas persetujuan kedua pihak atas syarat-syarat yang telah ditentukan oleh Jihad Islam.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Gerakan Jihad Islam Ziyad al-Nahhala mengatakan bahwa pihaknya menuntut agar Israel menghentikan pembunuhan, tak menyerang demonstran di perbatasan Gaza, serta implementasi perjanjian penghapusan blokade yang dicapai atas mediasi Mesir, Qatar dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada akhir 2018.

Setidaknya 32 warga Palestina tewas dan 100 orang lainnya, termasuk 30 anak-anak dan 13 wanita, terluka akibat serangan tentara Israel di Jalur Gaza selama dua hari sejak Selasa kemarin.

Sementara Kementerian Kesehatan Palestina pada Selasa kemarin mengatakan dalam sebuah pernyataan, serangan udara Israel terhadap Gaza telah menewaskan 10 orang.

Ketegangan di Gaza meningkat setelah serangan udara Israel yang menewaskan Bahaa Abu al-Atta, komandan kelompok perlawanan Palestina Jihad Islam pada Selasa pagi.

Istri komandan kelompok Palestina itu Asmaa Abu al-Atta juga terbunuh dalam serangan Israel.

Pesawat-pesawat tempur Israel juga meluncurkan serangan udara yang menargetkan anggota Jihad Islam Akram al-Ajouri di ibu kota Suriah Damaskus.

Dua orang, termasuk putra al-Ajouri tewas dan sepuluh lainnya terluka, tetapi pemimpin Jihad Islam itu tak mengalami luka-luka.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA