Uni Eropa: PKK terlibat perdagangan narkoba di Eropa

PKK yang masuk ke dalam daftar organisasi teroris di Uni Eropa sejak tahun 2002 terlibat dalam kejahatan terorganisir dan perdagangan narkoba di Eropa hingga kini

Uni Eropa: PKK terlibat perdagangan narkoba di Eropa

BRUSSELS 

Pusat Pemantauan Eropa untuk Narkoba dan Ketergantungan Narkoba (EMCDDA) mengungkapkan bahwa organisasi teroris PKK terlibat dalam kejahatan terorganisir dan perdagangan narkoba di Eropa.

Dalam "Laporan Pasar Narkoba Uni Eropa 2019" yang dilansir oleh EMCDDA dan Europol, orang-orang Eropa menghabiskan setidaknya EUR30 miliar di tingkat ritel untuk narkoba setiap tahunnya.

"Pasar narkoba telah menjadi sumber pendapatan penting bagi organisasi kejahatan terorganisir di Uni Eropa (UE)," kata laporan itu.

Laporan tersebut menekankan bahwa PKK telah masuk ke dalam daftar organisasi teroris di Uni Eropa sejak tahun 2002.

Dalam laporan Europol tahun sebelumnya, organisasi teroris separatis PKK mendapatkan penghasilan antara USD1,5 miliar hingga USD3 miliar per tahun.

Organisasi teroris itu membeli senjata dengan uang yang mereka peroleh dari penjualan narkoba yang menyeret anak-anak dan pemuda ke dunia obatan terlarang itu.

Laporan tersebut menyebut rute Balkan masih menjadi rute utama heroin untuk mencapai Eropa.

"Oleh karena itu, Turki memiliki peran penting untuk mencegah heroin masuk ke pasar Uni Eropa,” ungkap laporan itu.

Jumlah uang yang digunakan untuk narkoba di Eropa, 39 persen di antaranya dihabiskan untuk di ganja, 31 persen untuk kokain, 25 persen untuk heroin, lima persen lainnya untuk amfetamin dan ekstasi, ungkap laporan tersebut.

Komisaris Uni Eropa untuk Urusan Migrasi, Dalam Negeri dan Kewarganegaraan, Dimitris Avramopoulos, mengungkapkan di Brussels bahwa organisasi kriminal terorganisir sudah semakin gesit dalam mengambil keuntungan dari peluang baru untuk mendapatkan keuntungan.

"Pasar obat-obatan terlarang tetap menjadi ancaman bagi kesehatan dan keselamatan warga kami," kata Avramopoulos menyinggung konsumen narkoba di Eropa sudah memiliki akses yang "jauh lebih mudah", yang mana kebanyakan melalui media sosial dan internet.

Sementara itu, laporan itu menekankan bahwa globalisasi, teknologi, inovasi dan instrumen kejahatan dianggap sebagai tiga faktor utama yang memperkuat serta memfasilitasi penyebaran narkoba di Eropa.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA