Uni Eropa minta Irak menahan diri hadapi protes massa

Uni Eropa mendukung investigasi yang kredibel dan cepat soal peristiwa yang terjadi, kata Komisi Uni Eropa

Uni Eropa minta Irak menahan diri hadapi protes massa

JAKARTA 

Uni Eropa meminta Pemerintah Irak untuk menahan diri secara maksimal di tengah demonstrasi besar yang sedang berlangsung di negara itu.

"Uni Eropa mengharapkan pasukan keamanan Irak untuk menahan diri secara maksimum dalam penanganan protes dan bagi pengunjuk rasa untuk menjaga protes damai," kata Komisi Uni Eropa, dalam sebuah pernyataan, Kamis.

Komisi itu mengatakan pernyataan yang disampaikan oleh Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi tentang hak untuk memprotes secara damai dan kebebasan berekspresi serta mengakui tuntutan sah para demonstran adalah langkah benar.

"Uni Eropa mendukung peluncuran penyelidikan atas peristiwa-peristiwa, yang secara kredibel dan cepat," tambahnya.

Pernyataan itu muncul setelah setidaknya 28 orang tewas dalam protes anti-pemerintah di seluruh penjuru Irak sejak Selasa untuk menuntut peningkatan kondisi kehidupan dan pemberantasan korupsi.

Pasukan keamanan Irak menembaki para demonstran untuk membubarkan mereka dan menyebabkan korban jiwa.

"Peristiwa di Irak adalah bukti lebih lanjut dari urgensi untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi rakyat Irak, khususnya melalui reformasi ekonomi yang kredibel dan efektif. Uni Eropa siap untuk mendukung upaya dalam hal ini," kata komisi itu.

Otoritas Irak pada Kamis memberlakukan jam malam tanpa batas di sejumlah wilayah dalam upaya untuk meredakan aksi protes.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA