Uni Afrika prihatin atas pengambilalihan kekuasaan di Sudan

"Pengambilalihan militer tidak sesuai dengan tantangan yang dihadapi Sudan dan aspirasi rakyatnya," kata Uni Afrika

Uni Afrika prihatin atas pengambilalihan kekuasaan di Sudan

ADDIS ABABA, Ethiopia

Uni Afrika menyatakan keprihatinannya atas penurunan Omar al-Bashir sebagai presiden Sudan dari kursi kepresidenan, sebagaimana diumumkan oleh militer negara itu pada Kamis.

"Ketua Komisi mengungkapkan keyakinan Uni Afrika bahwa pengambilalihan militer bukan tanggapan yang tepat terhadap tantangan yang dihadapi Sudan dan aspirasi rakyatnya," kata pernyataan organisasi itu.

Menurut pernyataan itu, pengumuman militer tentang penangguhan konstitusi menjadi perhatian khusus.

"Komisi memantau dengan seksama pembubaran Majelis Nasional, pembentukan pemerintahan transisi yang dipimpin militer yang akan memerintah selama dua tahun, penangkapan presiden Al Bashir serta penetapan keadaan darurat," ujar badan Pan-Afrika itu.

Di bawah Deklarasi Lome Uni Afrika 2000, perubahan pemerintahan yang tidak konstitusional tidak akan diakui.

"Sementara itu, ketua juga mendesak semua pihak terkait untuk menciptakan ketenangan, menahan diri sepenuhnya dan menghormati hak-hak warga negara," tambah pernyataan itu.

Uni Afrika juga mendesak semua pemangku kepentingan agar terlibat dalam dialog inklusif untuk memenuhi aspirasi rakyat Sudan terhadap demokrasi, pemerintahan yang baik dan kesejahteraan serta memulihkan tatanan konstitusional.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA