‘UNHCR khawatirkan Yunani kembalikan paksa imigran’

UNHCR menyerukan kepada otoritas Yunani untuk mengambil langkah-langkah pencegahan masalah-masalah berikutnya

‘UNHCR khawatirkan Yunani kembalikan paksa imigran’

ATHENA

Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi (UNHCR) menyampaikan bahwa tindakan Yunani yang diduga melakukan pengembalian paksa para pengungsi sehingga menyebabkan kematian tiga migran akibat membeku di perbatasan Turki itu "mengkhawatirkan".

Kantor UNHCR di Yunani mengungkapkan kepada Anadolu Agency bahwa semua negara harus melindungi pengungsi berdasarkan hukum nasional, internasional dan undang-undang Uni Eropa.

UNHCR memperingatkan bahwa Sungai Meric adalah rute yang berbahaya untuk para migran, terutama pada musim dingin.

"Kami terus menerima laporan terpercaya terkait dugaan otoritas Yunani melakukan pengembalian paksa para pengungsi," ungkap UNHCR.

Otoritas Yunani kerap menolak, menahan, tak memberikan hak suaka dan menerapkan kekerasan untuk mengembalikan para pengungsi ke Turki melalui Sungai Meric.

"UNHCR telah menerima beberapa laporan mengenai kasus repatriasi kolektif yang membahayakan ratusan orang, pengembalian paksa melalui sungai itu sejak awal tahun lalu," lapor UNHCR.

Tindakan pengembalian paksa tersebut membahayakan banyak orang, terutama para perempuan karena mereka berhadapan dengan resiko besar.

"Peringatan semacam itu tentu saja mengkhawatirkan, dan sebelumnya UNHCR telah membicarakan masalah ini dengan otoritas Yunani.”

UNHCR menyerukan kepada otoritas Yunani untuk mengambil langkah-langkah pencegahan masalah-masalah berikutnya.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA