Turki tolak klaim Islandia soal insiden di bandara

Permintaan pemeriksaan keamanan jalur cepat untuk tim Turki dilakukan lebih awal melalui jalur diplomatik, kata sumber-sumber diplomatik

Turki tolak klaim Islandia soal insiden di bandara

LONDON 

Turki menolak pembelaan Islandia atas perlakuannya terhadap tim sepak bola nasional Turki saat kedatangan mereka di negara itu untuk bertanding di kualifikasi UEFA Euro 2020 .

Anggota tim mengatakan ketika mereka tiba di Bandara Internasional Keflavik pada Minggu, otoritas Islandia membuat tim nasional menunggu sekitar tiga jam selama pemeriksaan paspor dan memeriksa barang-barang pribadi para pemain sepak bola dengan teliti.

"Permintaan resmi untuk pemeriksaan keamanan jalur cepat di bandara bagi para pemain diajukan pada 16 Mei melalui saluran diplomatik dan kemudian diperbarui pada 6 Juni untuk mengingatkan otoritas Islandia," kata sumber diplomatik Turki kepada Anadolu Agency.

Reaksi Ankara merupakan tanggapan dari pernyataan Kementerian Luar Negeri Islandia yang mengklaim bahwa pihak berwenang Turki memberi tahu Islandia tentang kedatangan tim di negara itu hanya beberapa jam sebelumnya.

"Sayangnya, permintaan resmi untuk pemeriksaan keamanan jalur cepat dari Kedutaan Besar Turki di Oslo tidak dapat diproses, karena dikirim hanya beberapa jam sebelum kedatangan tim di Keflavik. Dalam kasus apa pun, hak istimewa semacam itu biasanya hanya diberikan kepada pejabat senior pemerintah," kata kementerian dalam sebuah pernyataan.

Kementerian itu mengatakan tim dan staf sepak bola nasional Turki melewati patroli keamanan dan perbatasan satu jam 21 menit sejak pesawat mereka mendarat di bandara.

Insiden di bandara itu mendapat kecaman dari kantor kepresidenan Turki, menteri luar negeri dan para pemimpin partai.

Pada Sabtu, Turki mengalahkan Prancis untuk pertama kalinya dalam sejarah dengan skor 2-0, membawanya memimpin Grup H di kualifikasi Euro 2020.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA