Turki: Tidak pernah ada senjata terlarang selama operasi di utara Suriah

Sebanyak 1.200 teroris telah ditaklukkan dalam operasi Mata Air Perdamaian

Turki: Tidak pernah ada senjata terlarang selama operasi di utara Suriah

ANKARA 

Turki tidak pernah menggunakan senjata terlarang dalam operasi antiterornya di utara Suriah.

"Turki tidak pernah dan tidak akan pernah menggunakan amunisi atau senjata kimia yang dilarang oleh hukum dan perjanjian internasional," kata Menteri Pertahanan Hulusi Akar, merujuk pada Operasi Mata Air Perdamaian.

Akar, yang berpidato di hadapan parlemen pada Kamis, mengatakan 1.200 teroris telah ditaklukkan dalam operasi tersebut.

Selain itu, 158 anggota kelompok teroris juga telah dilumpuhkan dalan Operasi Cakar di utara Turki.

Pada 9 Oktober, Turki meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian untuk memberangus teroris YPG/PKK dari utara Suriah, mengamankan perbatasan Turki, membantu repatriasi yang aman bagi pengungsi Suriah, dan menjamin integritas teritorial Suriah.

Ankara dan Washington mencapai kesepakatan pada 17 Oktober untuk menghentikan operasi selama 120 jam yang memungkinkan penarikan teroris YPG / PKK dari zona aman.

Kemudian, pada 22 Oktober, Turki juga mencapai kesepakatan dengan Rusia untuk mengusir teroris YPG / PKK dari zona aman tersebut.

Dalam kampanye terornya melawan Turki selama lebih dari 30 tahun, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat, dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang, termasuk perempuan, anak-anak dan bayi. YPG adalah cabang PKK di Suriah.


*Ditulis oleh Jeyhun Aliyev

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA