Turki tampung pengungsi dalam jumlah maksimum

Turki menyediakan tempat tinggal, keharmonisan dan keramahtamahan bagi 5 juta pengungsi

Turki tampung pengungsi dalam jumlah maksimum

ANKARA 

Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu mengatakan negaranya telah menampung pengungsi dalam jumlah maksimum, yaitu lebih dari lima juta orang, di mana 3,6 juta di antaranya adalah warga Suriah.

Pernyataan itu disampaikan pada pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri Jerman Horst Seehofer, Menteri Dalam Negeri Prancis Christophe Castaner dan Komisioner UE untuk Migrasi, Urusan Dalam Negeri dan Kewarganegaraan Dimitris Avramopoulos di Ibu Kota Ankara.

Soylu menekankan bahwa masalah pengungsi Suriah adalah tragedi besar dan migrasi telah meningkat di kawasan tersebut.

Dia mengingatkan negara-negara Eropa bahwa Turki menampung lebih dari lima juta pengungsi dan migrasi telah mempengaruhi negara secara signifikan.

“Turki menunjukkan perilaku yang patut dicontoh oleh dunia, baik dengan kamp [pengungsi], kerukunan dan keramahtamahannya,” kata Soylu.

September lalu, Turki dan Rusia sepakat untuk mengubah provinsi Idlib utara Suriah menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.

Namun, rezim Suriah dan sekutunya secara konsisten melanggar ketentuan-ketentuan gencatan senjata, dengan sering melancarkan serangan di dalam zona de-eskalasi.

Zona tersebut saat ini dihuni oleh sekitar 4 juta warga sipil, termasuk ratusan ribu orang yang terlantar dalam beberapa tahun terakhir akibat serangan pasukan rezim di seluruh negara.

Suriah dirundung konflik sejak 2011, ketika rezim Bashar al-Assad menyerang kelompok pro-demokrasi dengan brutal.

Sejak itu, menurut PBB, ratusan ribu orang tewas dan lebih dari 10 juta orang mengungsi.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA