Turki: Siprus Yunani harus belajar berbagi

Menteri Luar Negeri Turki mengatakan tidak ada yang bisa mengganggu kegiatan eksplorasi Turki di Mediterania Timur

Turki: Siprus Yunani harus belajar berbagi

ANKARA

Menteri Luar Negeri Turki pada Minggu menegaskan bahwa Siprus Yunani harus belajar berbagi di Mediterania Timur.

Dalam pertemuannya dengan warga Siprus Turki di kawasan Yeni Erenkoy, Republik Turki Siprus Utara (TRNC), Mevlut Cavusoglu mengatakan tidak ada yang dapat mengganggu kegiatan Turki di Mediterania Timur.

Cavusoglu mengatakan Turki akan terus mendukung rakyat Siprus Turki tanpa keraguan dan kompromi.

Dia menegaskan kembali bahwa Siprus Turki telah mengusulkan untuk membentuk komite bersama yang partisipatif, adil dan berorientasi solusi, Yunani, te Yunani telah menolaknya.

"Kami ingin memperingatkan mereka dari sini bahwa tidak seorang pun, tidak peduli apakah Uni Eropa, Yunani atau siapa pun yang mendukung Anda, tidak dapat dan tidak akan mengganggu kegiatan kami di sini. Yang harus Anda lakukan di sini adalah belajar berbagi," ujar Cavusoglu.

Sang menteri menekankan bahwa solusi untuk masalah Siprus tidak dapat ditemukan selama 60 tahun karena Siprus Yunani tidak tahu cara berbagi, menambahkan bahwa Siprus Turki dan Turki sedang mencari solusinya.

"Turki akan terus meningkatkan kontribusi maksimal untuk memperkuat ekonomi TRNC," tutur dia.

Turki telah secara konsisten menentang pengeboran sepihak pemerintah Siprus Yunani di Mediterania Timur, menegaskan bahwa TRNC juga memiliki hak atas sumber daya di wilayah tersebut.

Sejak musim semi tahun ini, Ankara telah mengirim dua kapal pengebor, Fatih dan Yavuz, ke Mediterania Timur, menegaskan hak-hak Turki dan TRNC atas sumber daya wilayah tersebut.

Kapal perang berbendera Turki, Fatih, meluncurkan operasi pengeboran lepas pantai pada Mei ini di 75 kilometer lepas pantai barat Pulau Siprus.

Athena dan Siprus Yunani menentang langkah itu, mengancam akan menangkap awak kapal dan meminta para pemimpin Uni Eropa untuk bergabung dalam penolakan mereka.

Pada 1974, setelah kudeta yang dilancarkan oleh Yunani untuk mencaplok Siprus, Ankara harus melakukan intervensi sebagai kekuatan penjamin dan pada 1983 Republik Turki Siprus Utara berdiri.

Beberapa dekade sejak saat itu, semua upaya untuk menyelesaikan perselisihan Siprus berakhir dengan kegagalan.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA