Turki siap operasi zona aman

Militer Turki tak akan mentolerir koridor teror di perbatasan negara, ujar Kementerian Pertahanan

Turki siap operasi zona aman

ANKARA 

Turki siap untuk kemungkinan operasi militer di timur Sungai Eufrat, Suriah, demi membangun zona aman, ujar Kementerian Pertahanan Turki pada Selasa.

“Pembentukan Koridor Zona Aman/Damai sangat penting bagi warga Suriah untuk memiliki kehidupan yang aman dengan berkontribusi pada stabilitas dan perdamaian kawasan,” ujar kementerian lewat Twitter.

“Pasukan Keamanan Turki tak pernah mentolerir penciptaan koridor teror di perbatasan. Semua persiapan untuk operasi telah selesai,” tambah dia.

Presiden AS Donald Trump menghadapi tekanan meningkat di Washington setelah Gedung Putih pada Minggu malam, mengumumkan bahwa AS akan menarik pasukannya di Suriah menjelang operasi Turki “yang direncanakan”.

Pemerintahan Trump mengesampingkan dukungan AS untuk misi, dan dalam menghadapi tekanan balik yang signifikan, presiden bersumpah “jika Turki melakukan sesuatu yang saya, dalam kebijaksanaan yang agung dan tak tertandingi, dianggap terlarang, saya akan benar-benar menghancurkan dan melenyapkan ekonomi Turki.”

Turki telah lama meminta AS untuk bermitra dalam perang melawan Daesh, kelompok teroris yang anggotanya tengah Ankara basmi, tangkap dan deportasi.

Sejak 2016, Operasi Ranting Zaitun dan Perisai Eufrat Turki di barat laut Suriah telah membebaskan wilayah itu dari teroris YPG/PKK dan Daesh, memungkinkan hampir 400.000 warga Suriah yang melarikan diri dari kekerasan pulang ke barat Suriah.

Dalam lebih dari 30 tahun kampanye teror melawan Turki, PKK—yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa—bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang, termasuk perempuan dan anak-anak. YPG adalah cabang Suriah organisasi teroris PKK.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA