Turki sangkal tudingan pasukannya serang sipil di Suriah

Kemenhan Turki menyebut laporan menyesatkan tersebut tak masuk akal

Turki sangkal tudingan pasukannya serang sipil di Suriah

ANKARA

Kementerian Pertahanan Turki membantah berita tak benar yang beredar bahwa pasukan Turki melancarkan serangan terhadap warga sipil di distrik Qamisli dan Derik, Suriah utara.

Kemenhan Turki menyebut laporan menyesatkan tersebut tak masuk akal sebab pihaknya tak melakukan aksi militer di daerah tersebut.

“Angkatan Bersenjata Turki tidak melancarkan operasi apapun di daerah-daerah tersebut,” ungkap pernyataan Kemenhan Turki itu.

Turki meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian pada Rabu untuk mengamankan perbatasannya dengan menghilangkan unsur-unsur teroris guna memastikan kembalinya pengungsi Suriah dengan aman dan integritas wilayah Suriah.

Menurut Turki, kelompok teroris PKK dan cabangnya YPG/PYD merupakan ancaman terbesar bagi masa depan Suriah, yang membahayakan integritas teritorial dan struktur kesatuan negara.

Ankara juga menekankan bahwa mendukung teroris dengan dalih memerangi Daesh/ISIS tidak dapat diterima.

Turki berbagi perbatasan sepanjang 911 kilometer dengan Suriah dan telah lama mengecam ancaman dari teroris di timur Sungai Eufrat dan pembentukan koridor teroris di sana.

Turki berencana untuk memukimkan kembali 2 juta warga Suriah di zona aman selebar 30 kilometer yang akan didirikan di Suriah, membentang dari Sungai Eufrat ke perbatasan Irak, termasuk Manbij.

Namun, kehadiran kelompok teroris seperti PKK, PYD dan YPG mengancam keamanan zona tersebut. 

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA