Turki peringati tragedi Tatar Krimea 1944

- Pada 1944, puluhan ribu warga etnis Tatar Krimea dideportasi ke Asia Tengah oleh rezim Soviet Stalin, banyak dari mereka meninggal di pengasingan

Turki peringati tragedi Tatar Krimea 1944

ANKARA

Turki memperingati tragedi deportasi dan genosida etnis Tatar Krimea yang dilakukan oleh Uni Soviet 75 tahun lalu, Sabtu.

“Pada malam hari 17-18 Mei 1944, sekitar 250.000 Tatar Krimea diusir dari tanah air mereka. Puluhan ribu dari mereka binasa karena situasi yang tidak manusiawi dari pengasingan ini 75 tahun lalu. Banyak dari mereka meninggal di pengasingan dalam kondisi yang mengenaskan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Hami Aksoy dalam sebuah pernyataan tertulis.

Aksoy juga mengenang kembali tragedi "Pengasingan Adighe" yang terjadi pada 21 Mei 1864, mengatakan bahwa rasa sakit dari tragedi itu masih hidup, bahkan hingga hari ini.

"Kami berbagi rasa sakit saudara-saudara etnis Tatar Krimea, serta etnis Kaukasus, dan menghormati kenangan orang-orang yang kehilangan nyawa mereka selama pengasingan ini," tambah dia.

Pada 18 Mei 1944, puluhan ribu warga etnis Tatar Krimea dideportasi ke Asia Tengah oleh rezim Joseph Stalin, yang menuduh mereka berkolaborasi dengan pasukan Nazi.

Tatar Krimea dideportasi ke berbagai wilayah di Soviet, khususnya Siberia dan Uzbekistan.

Hampir setengah dari orang-orang buangan, yang mengalami kondisi hidup mengerikan selama berbulan-bulan, diperkirakan meninggal karena kelaparan dan terserang penyakit.

Pengasingan berlanjut sampai 1987, ketika pemerintah Soviet mengizinkan 2.300 Tatar Krimea untuk kembali ke tanah air mereka, disusul oleh 19.300 orang lainnya pada 1988.

Hampir 1,5 juta orang Adighe diusir dari wilayah tersebut ke timur Laut Hitam ketika dikuasai Rusia pada 1864.

Sekitar 400-500 ribu orang diyakini tewas selama periode tersebut.

Sebagian besar orang buangan Adighe ditampung oleh Kekaisaran Ottoman dan menetap di wilayah Yordania.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA