Turki: Operasi di utara Suriah berjalan sesuai rencana

Wapres Turki menekankan pasukannya akan mengutamakan keselamatan warga sipil selama operasi itu

Turki: Operasi di utara Suriah berjalan sesuai rencana

ANKARA

Wakil Presiden Turki Fuat Oktay mengungkapkan bahwa Operasi Mata Air Perdamaian di sepanjang perbatasan tenggara Turki berjalan sesuai rencana.

Dalam pernyataan via akun Twitternya dalam bahasa Inggris dan Turki, Oktay mengatakan negaranya menggelar Operasi Mata Air Perdamaian untuk menghancurkan koridor teror yang ingin membangun sarang teroris di wilayah perbatasannya.

Oktay menuturkan operasi ini akan membawa perdamaian dan ketenangan untuk wilayah tersebut.

"Satu-satunya tujuan operasi ini adalah untuk memastikan keamanan perbatasan kami dan kembalinya warga Suriah secara sukarela ke kampung halaman mereka,” ujar Oktay.

Sementara tentara kami, lanjut Oktay, terus berperang melawan teroris. Pasukan kami akan mengutamakan keselamatan warga sipil.

Wapres Oktay mengatakan Turki bertindak sesuai hak negaranya untuk membela diri berdasarkan hukum internasional dan resolusi PBB.

“Turki bertekad untuk mematikan kelompok teroris yang mengancam perbatasan kita dan berbahaya bagi seluruh dunia,” kata Oktay.

Wakil Presiden Oktay menyatakan pihaknya punya harapan yang besar agar masyarakat internasional juga memiliki tekad yang sama dalam melawan organisasi teroris.

Turki meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian pada Rabu untuk mengamankan perbatasannya dengan menghilangkan unsur-unsur teroris guna memastikan kembalinya pengungsi Suriah dengan aman dan integritas wilayah Suriah.

Turki mengatakan kelompok teroris PKK dan perpanjangannya di Suriah YPG/PYD merupakan ancaman terbesar bagi masa depan Suriah, yang membahayakan integritas teritorial dan struktur kesatuan negara.

Ankara juga menekankan bahwa mendukung teroris dengan dalih memerangi Daesh/ISIS tidak dapat diterima.

Turki berencana untuk memukimkan kembali 2 juta warga Suriah di zona aman selebar 30 kilometer yang akan didirikan di Suriah, membentang dari Sungai Eufrat ke perbatasan Irak, termasuk Manbij.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA