Turki lumpuhkan 342 teroris di Suriah utara

Menteri Pertahanan Turki mengatakan Operasi Mata Air Perdamaian berjalan sukses seperti yang direncanakan

Turki lumpuhkan 342 teroris di Suriah utara

ANKARA

Sebanyak 342 teroris dilumpuhkan sejak dimulainya Operasi Mata Air Perdamaian di Suriah utara, kata menteri pertahanan Turki, Jumat.

Menteri Pertahanan Nasional Turki pada Jumat mengatakan Turki telah melumpuhkan 342 teroris sejak meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian di Suriah utara.

Pernyataan Hulusi Akar disampaikan setelah pertemuannya dengan para pejabat tinggi militer di Ibu Kota Ankara.

Dia mengatakan segala macam tindakan telah diambil di daerah operasi.

"Tujuan kami adalah untuk mengakhiri keberadaan teroris, khususnya Daesh, PKK/PYD-YPG, sebelah timur Sungai Eufrat dan membangun koridor perdamaian untuk memastikan saudara-saudara Suriah kembali ke tanah mereka sendiri, rumah mereka," kata Akar.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Staf Umum Turki Jenderal Yasar Guler, Komandan Pasukan Darat Umit Dundar, Komandan Pasukan Angkatan Laut Adnan Ozbal dan Komandan Pasukan Udara Hasan Kucukakyuz.

Akar mengatakan Operasi Mata Air Perdamaian berlanjut dengan sukses seperti yang direncanakan.

"Kami memberikan yang paling penting untuk tidak hanya keamanan negara dan orang-orang kami, tetapi juga untuk kelompok etnis: orang Kurdi, Arab, Assyrian, Kristen, Ezidis dan Keldani juga," ujar dia.

- Operasi Mata Air Perdamaian

Turki meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian pada Rabu untuk mengamankan perbatasannya dengan menghilangkan unsur-unsur teroris guna memastikan kembalinya pengungsi Suriah dengan aman dan integritas wilayah Suriah.

Menurut Turki, kelompok teroris PKK dan cabangnya YPG/PYD merupakan ancaman terbesar bagi masa depan Suriah, yang membahayakan integritas teritorial dan struktur kesatuan negara.

Ankara juga menekankan bahwa mendukung teroris dengan dalih memerangi Daesh/ISIS tidak dapat diterima.

Turki berbagi perbatasan sepanjang 911 kilometer dengan Suriah dan telah lama mengecam ancaman dari teroris di timur Sungai Eufrat dan pembentukan koridor teroris di sana.

Turki berencana untuk memukimkan kembali 2 juta warga Suriah di zona aman selebar 30 kilometer yang akan didirikan di Suriah, membentang dari Sungai Eufrat ke perbatasan Irak, termasuk Manbij.

Namun, kehadiran kelompok teroris seperti PKK, PYD dan YPG mengancam keamanan zona tersebut.

Turki telah membersihkan area seluas 4.000 kilometer persegi di Suriah dari kelompok-kelompok teroris dalam dua operasi lintas-perbatasan.

Sejak 2016, Turki telah melakukan dua operasi militer besar di Suriah barat laut - Operasi Perisai Eufrat dan Ranting Zaitun - untuk membersihkan wilayah dari kelompok teroris Daesh dan YPG.

Kedua operasi itu sejalan dengan hak negara untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB, resolusi Dewan Keamanan PBB no. 1624 (2005), 2170 (2014) dan 2178 (2014), sembari tetap menghormati integritas teritorial Suriah.

Selama Operasi Perisai Eufrat, pasukan Turki telah melumpuhkan 3.060 teroris Daesh.

Sementara itu, lebih dari 300 orang tewas dalam serangan yang diklaim oleh Daesh di Turki, di mana kelompok teroris itu menargetkan warga sipil dalam bom bunuh diri dan serangan bersenjata dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA