Turki kutuk serangan rudal terhadap Bandara Arab Saudi

Pemberontak Yaman Houthi menargetkan bandara Abha di selatan Arab Saudi, puluhan orang terluka

Turki kutuk serangan rudal terhadap Bandara Arab Saudi

ANKARA

Turki mengutuk serangan rudal di bandara Arab Saudi, yang melukai puluhan orang, pada Rabu.

"Kami mengutuk serangan rudal yang dilakukan terhadap Bandara Abha Kerajaan Arab Saudi pada 12 Juni 2019 yang mengakibatkan banyak orang terluka," kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan.

"Sangat penting untuk menahan diri dari segala bentuk kekerasan dan provokasi yang dapat membahayakan upaya PBB untuk menemukan solusi politik bagi krisis di Yaman," tambah pernyataan itu.

Sebelumnya pada Rabu, koalisi yang dipimpin Saudi mengkonfirmasi serangan yang dilakukan oleh pemberontak Houthi Yaman di Bandara Internasional Abha.

Menurut juru bicara koalisi Kolonel Turki al-Maliki, setidaknya 26 warga sipil dari berbagai negara terluka dalam serangan itu.

Pada hari yang sama, Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan di bandara tersebut dengan menggunakan rudal jelajah, mengatakan bahwa rudal itu mengenai sasaran dengan tepat.

Yaman dilanda konflik kekerasan dan kekacauan sejak 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar negara itu, termasuk ibu kota Sanaa.

Krisis meningkat pada 2015 ketika koalisi militer pimpinan Saudi melancarkan kampanye udara besar-besaran untuk mengalahkan Houthi.

Sejak itu, puluhan ribu warga Yaman, termasuk warga sipil, tewas akibat konflik, sementara 14 juta lainnya berisiko menderita kelaparan.

Menurut PBB, Yaman menghadapi salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia, di mana lebih dari 10 juta orang berada di ambang bencana kelaparan.

Selain itu, lebih dari 22 juta orang di Yaman membutuhkan bantuan dan perlindungan kemanusiaan darurat.


TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA