Turki kritik Prancis karena tak dukung operasi antiterornya di Suriah

Direktur Komunikasi Kepresidenan Turki menegaskan bahwa Turki adalah anggota yang memiliki peran krusial bagi aliansi NATO

Turki kritik Prancis karena tak dukung operasi antiterornya di Suriah

ANKARA

Direktur Komunikasi Kepresidenan Turki mengatakan menyalahkan NATO atas kebijakan Prancis tidak adil bagi aliansi.

"Itu juga tidak adil bagi orang-orang Prancis," ujar Fahrettin Altun, lewat Twitter.

Cuitan tersebut secara implisit mengkritik Presiden Prancis Emmanuel Macron yang mengatakan bahwa Turki tak seharusnya mengharapkan dukungan NATO untuk operasi antiterornya di utara Suriah.

Altun mengatakan NATO bisa lebih relevan dan efektif jika para anggotanya mau bekerja sama.

"Setiap negara anggota yang bertanggung jawab mewujudkan keamanan bersama. Kita dapat mengubah visi dan misi organisasi ini sesuai dengan tantangan keamanan saat ini," kata dia lagi.

Dia menambahkan bahwa dalam setiap KTT para pemimpin NATO, Turki selalu mengajukan rekomendasi dan menyerukan kepada sesama anggotanya untuk memahami masalah keamanan nasional Turki.

"Sejak awal, Turki telah menjadi anggota kunci aliansi NATO dan memainkan peran penting," tambah Altun.

Pada 9 Oktober, Turki meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian untuk mengusir teroris YPG/PKK dari utara Suriah, mengamankan perbatasannya, membantu repatriasi yang aman bagi pengungsi Suriah, dan menjamin integritas wilayah Suriah.


TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA