Turki kecam Israel karena setujui permukiman baru di wilayah Palestina yang diduduki

"Ini adalah bukti kuat bahwa Israel ingin menghancurkan solusi dua negara" kata Kementerian Luar Negeri Turki

Turki kecam Israel karena setujui permukiman baru di wilayah Palestina yang diduduki

ANKARA 

Kementerian Luar Negeri Turki menyebut keputusan Israel untuk membangun lebih dari 2.300 rumah baru di wilayah Palestina yang diduduki sebagai "penghinaan terhadap hukum internasional".

"Persetujuan oleh Israel untuk membangun 2.342 unit rumah tambahan di permukiman ilegal di wilayah Palestina yang diduduki adalah contoh nyata dari kebijakan Israel untuk mengubah struktur demografis wilayah itu," tegas kementerian dalam sebuah pernyataan.

Permukiman ilegal yang disetujui oleh otoritas Israel menunjukkan peningkatan sebesar 50 persen tahun ini dibandingkan tahun lalu.

"Ini adalah bukti kuat bahwa Israel ingin menghancurkan solusi dua negara," kata kementerian itu.

"Kami menolak keputusan ilegal Israel ini yang terus melanggar hak-hak dasar orang-orang Palestina. Kami menegaskan kembali kepada komunitas internasional untuk memenuhi tanggung jawab mereka dalam melawan penindasan dan pendudukan rakyat Palestina," tambah kemenlu.

Menurut Peace Now, organisasi pengawas permukiman, sekitar 650.000 orang Yahudi Israel saat ini tinggal di lebih dari 100 permukiman yang dibangun sejak 1967, yaitu ketika Israel menduduki Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Palestina menginginkan wilayah ini - bersama dengan Jalur Gaza - sebagai bagian dari negara Palestina di masa depan.

Hukum internasional memandang Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai "wilayah pendudukan" dan menganggap semua aktivitas pembangunan permukiman Yahudi di sana ilegal.


TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA