Turki: Kami tak rusak bangunan bersejarah dan keagamaan di Suriah utara

Otoritas Turki membantah bahwa pasukannya menargetkan suku Kurdi serta kelompok etnis dan agama lainnya di Suriah utara

Turki: Kami tak rusak bangunan bersejarah dan keagamaan di Suriah utara

ANKARA 

Kementerian Pertahanan Nasional Turki mengungkapkan Operasi Mata Air Perdamaian tidak merugikan warga sipil serta merusak bangunan bersejarah dan keagamaan di Suriah utara.

Kementerian Turki menekankan lewat sebuah pernyataan bahwa sejak dimulainya operasi anti-teror di Suriah, pasukan Turki tidak pernah mundur dari prinsip untuk tidak menargetkan warga sipil serta merusak fasilitas sejarah, budaya dan agama seperti dalam Operasi Perisai Eufrat dan Operasi Ranting Zaitun.

"Organisasi teroris PKK/YPG dan para pendukungnya berusaha menutupi kejahatan terhadap kemanusiaan mereka dari seluruh dunia dengan menyebarkan berita bohong yang menuding Turki ingin memusnahkan saudara-saudara Kurdi kami sebelum operasi dilancarkan.”

Otoritas Turki membantah bahwa pasukannya menargetkan suku Kurdi serta kelompok etnis dan agama lainnya seperti Kristen.

Namun, selama Operasi Mata Air Perdamaian topeng kebohongan kelompok teroris PKK/YPG dan pendukungnya itu terungkap dengan bukti bahwa yang sebenarnya melakukan perusakan adalah kelompok tersebut.

Organisasi teroris tersebut malah menyerang sebuah gereja di Tal Abyad dengan mortir, mereka juga memasang poster pemimpin teroris Abdullah Ocalan di beberapa gereja.

Ketika kita melihat foto-foto gereja-gereja di daerah Tal Abyad dan Rasulayn nampak jelas bahwa pasukan Turki sama sekali tidak melakukan perusakan terhadap tempat-tempat ibadah di tempat tersebut.

“Pasukan kami di wilayah ini berusaha melindungi semua struktur sipil dan agama sejak operasi dimulai," tukas pernyataan Kemhan Turki itu.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA