Turki akan pulangkan 11 anggota Daesh kembali ke Prancis

Repatriasi teroris Daesh akan dilakukan pada awal Desember, kata menteri dalam negeri

Turki akan pulangkan 11 anggota Daesh kembali ke Prancis

ANKARA

Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu mengumumkan bahwa 11 anggota Daesh berkebangsaan Prancis akan dikirim kembali ke negaranya pada awal Desember, sebagai bagian dari kebijakan Ankara untuk memulangkan teroris asing ke negara asal mereka.

Soylu menyampaikan pengumuman tersebut pada sebuah konferensi tentang migrasi di Provinsi Aegean, Turki, Kamis.

"Hingga saat ini, 370.000 pengungsi Suriah yang ditampung di Turki telah kembali ke negara mereka," ujar dia.

Sejumlah negara Eropa telah menentang upaya Turki untuk memulangkan anggota teroris Daesh, tetapi Turki bertekad untuk terus melakukannya.

Turki menampung sekitar 3,6 juta pengungsi dari negara tetangga Suriah, lebih banyak dari negara lainnya di dunia.

Sejak 2016, Turki telah melakukan operasi di sepanjang perbatasannya untuk memerangi teroris dan menciptakan kondisi yang aman bagi kembalinya para pengungsi Suriah.

Soylu juga mengatakan bahwa Turki menahan 268.000 migran gelap pada 2018, sementara tahun ini, negara itu telah menahan 430.000 orang.

Sejak mengakui Daesh sebagai kelompok teror pada 2013, Turki telah berkali-kali diserang oleh kelompok itu dengan tujuh serangan bom, 10 bom bunuh diri dan empat serangan bersenjata yang menewaskan 315 orang dan melukai ratusan lainnya.

Menanggapi serangan itu, Turki meluncurkan operasi anti-teror di dalam dan luar negeri, melumpuhkan 3.500 teroris Daesh dan menangkap 5.500 lainnya.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA