Turki akan mulai investasi pertanian di Sudan

Sektor pertanian Turki akan dapat memulai investasi di ladang Sudan pada 2019

Turki akan mulai investasi pertanian di Sudan

ANKARA

Menteri Pertanian Turki Bekir Pakdemirli mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa sektor pertanian Turki akan dapat memulai investasi di ladang Sudan pada 2019.

Sebuah kantor perusahaan pertanian dan ternak gabungan Turki dan Sudan telah dibuka pekan lalu di ibukota Sudan, Khartoum.

Direktorat Jenderal Usaha Pertanian Turki (TIGEM) mengkapitalisasi 80 persen dari usaha patungan, sementara pihak Sudan mengkapitalisasi 20 persen.

Keputusan untuk mendirikan perusahaan dibuat berdasarkan perjanjian pertanian Turki-Sudan yang ditandatangani pada tahun 2014.

Pakta bilateral bertujuan untuk merasionalisasi penggunaan sumber daya dan potensi pertanian dan berkontribusi pada tujuan pangan berkelanjutan.

Berdasarkan perjanjian tersebut, sekitar 780.000 hektar pada lima wilayah di Sudan dialokasikan untuk investasi oleh pengusaha Turki selama 99 tahun.

“Kantor baru akan mulai bekerja untuk menetapkan pilot farm di lahan seluas 12.500 hektar,” kata Pakdemirli.

Dia mencatat bahwa pihak Sudan dan Turki akan memulai investasi bersama. Kebutuhan infrastruktur di sana akan terpenuhi.

“Saat melakukan model produksi pertanian di bagian kecil dari lahan percobaan, kami akan membuka sisanya untuk sektor swasta," kata Pakdemirli.

Dia menyatakan bahwa proyek ini didasarkan pada prinsip win-win dan menambahkan bahwa produk pertanian di Sudan dapat diekspor ke negara lain bersama dengan Turki.

Pakdemirli menggarisbawahi bahwa proyek ini juga bertujuan untuk menjamin pasokan makanan dengan memenuhi kebutuhan produk pertanian yang tidak dapat diproduksi di Turki karena alasan iklim.

"Produk akan datang dengan biaya khusus nol. Proyek ini akan berkontribusi pada pengembangan sektor pertanian di Sudan dan kesejahteraannya," kata dia.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA