Trump: Turki dapat membelok ke Rusia atau China untuk jet tempur

Trump mengatakan AS memiliki hubungan yang baik dengan Turki, dan kesepakatan pihaknya dengan Turki di Suriah sedang berjalan

Trump: Turki dapat membelok ke Rusia atau China untuk jet tempur

LONDON

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan Turki dapat berbalik arah ke Rusia atau China ataupun negara lain untuk membeli jet tempur alternatif karena pembelian F-35 mereka ditangguhkan.

Sebelum menghadiri KTT Kepala Negara dan Pemerintahan NATO di London, Trump berjumpa dengan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg.

Kepada para wartawan Trump mengatakan, Amerika Serikat memiliki hubungan yang baik dengan Turki, dan kesepakatan pihaknya dengan Turki di Suriah berjalan dengan baik.

Trump mengatakan AS telah menetap lama di perbatasan Suriah-Turki dan dia juga mengapresiasi kerja sama Turki dengan negaranya.

Presiden AS mengungkapkan dirinya memiliki komunikasi yang baik dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan.

"Turki adalah sekutu yang baik (di NATO) dan seterusnya akan begitu," tutur Trump.

Trump mengingatkan bahwa pemimpin Daesh al-Baghdadi tewas tiga minggu lalu.

"Turki sangat membantu. Kami terbang dari Turki dan daerah kontrol militer Turki, mereka benar-benar sangat mendukung.”

“Mereka tahu apa yang kita lakukan, dan ke mana kita pergi,” ungkap Trump menekankan Turki telah memberikan bantuan secara maksimal dalam operasi penyerbuan tempat persembunyian pemimpin Daesh al-Baghdadi.

"Pemerintahan Obama tak respon permintaan Ankara"

Terkait pertanyaan soal S-400, Trump mengungkapkan Turki berulang kali ingin membeli Patriot selama pemerintahan Barack Obama, namun pemerintahan Obama tak merespon secara positif permintaan Ankara tersebut.

Kemudian Turki berbalik mengarah ke sistem Rusia, saat AS tengah melanjutkan negosiasi terkait masalah ini dengan Turki, tutur Trump.

Pembelian F-35 oleh Turki ditangguhkan karena negara itu membeli S-400 dari Rusia, lanjut Trump.

"Apa yang mereka lakukan sekarang, pergi ke Rusia atau China atau ke negara lain. Mereka tidak ingin melakukan itu. Mereka ingin membeli pesawat tempur terbaik di dunia. Mereka ingin membeli dalam jumlah yang banyak dan mereka sudah siapkan miliaran dolar," ujar dia.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg juga mengatakan bahwa Turki sudah menghentikan operasi militer mereka di Suriah utara.

"Ada pengurangan secara serius dalam kekerasan mereka. Setelah ini, kita harus berusaha untuk mencari solusi politik," tutur Stoltenberg.

"Turki adalah negara yang sangat penting bagi peperangan kami melawan Daesh. Kekalahan Daesh tidak akan mungkin tanpa menggunakan pangkalan di Turki,” tukas Stoltenberg.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA