Trump tandatangani undang-undang dukung demonstran Hong Kong

Gedung Putih ingin Beijing menyelesaikan perbedaan dengan negara bekas jajahan Inggris itu secara damai

Trump tandatangani undang-undang dukung demonstran Hong Kong

NEW YORK 

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu menandatangani undang-undang yang menyatakan dukungan bagi demonstran Hong Kong.

Dalam sebuah pernyataan, Gedung Putih mengatakan Trump menandatangani undang-undang yang mengharuskan tinjauan tahunan status perdagangan khusus Hong Kong dan sanksi terhadap pejabat yang bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia.

"Saya menandatangani RUU ini untuk menghormati Presiden Xi, China dan rakyat Hong Kong," kata pernyataan itu, merujuk RUU lainnya yang ditandatangani Trump dan Presiden China Xi Jinping.

"RUU itu diberlakukan dengan harapan agar para pemimpin dan perwakilan China dan Hong Kong dapat menyelesaikan perbedaan mereka secara damai yang mengarah pada perdamaian jangka panjang dan kemakmuran bagi semua," tambah Gedung Putih

Undang-undang itu disetujui Dewan Perwakilan AS pada 20 November setelah melewati Senat tanpa oposisi.

Tingkat dukungan untuk RUU itu menyulitkan Trump untuk menggunakan hak vetonya.

Marco Rubio, ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat, bersama anggota parlemen Republik lainnya, dengan cepat mengumumkan dukungan untuk Trump dan mengatakan bahwa rancangan undang-undang itu akan mendukung demokrasi di Hong Kong.

Dalam sebuah pernyaaan, dia mengatakan bahwa AS saat ini memiliki alat baru yang berguna untuk mencegah pengaruh dan campur tangan lebih lanjut Beijing ke dalam urusan internal Hong Kong.

“Setelah pemilihan bersejarah akhir pekan lalu di Hong Kong, undang-undang baru ini tepat waktu dalam menunjukkan dukungan AS yang kuat untuk kebebasan yang telah lama diberlakukan di Hong Kong. Saya berharap untuk terus bekerja sama dengan administrasi untuk menerapkan undang-undang ini," ujar Rubio.

Gedung Putih menambahkan bahwa Trump juga menandatangani undang-undang yang melarang ekspor peralatan polisi khusus AS ke Hong Kong.

Hong Kong diguncang protes selama berbulan-bulan untuk menentang campur tangan Beijing pada kebebasan yang dijanjikan kepada negara bekas jajahan Inggris itu ketika dikembalikan ke Pemerintah China pada 1997.

Beijing membantah melakukan campur tangan dan menegaskan komitmennya pada konsep "satu negara, dua sistem" yang diterapkan pada waktu itu.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA