Trump setujui otoritas sanksi baru ke Turki

Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan belum ada sanksi yang berlaku, Trump baru menandatangani berkas

Trump setujui otoritas sanksi baru ke Turki

WASHINGTON 

Presiden AS Donald Trump akan menandatangani otoritas yang mengizinkan pemerintahannya menjatuhkan sanksi pada Turki dan para pemimpinnya terkait Operasi Mata Air Perdamaian yang tengah berlangsung di Ankara, ujar Menteri Keuangan Steven Mnuchin pada Jumat.

Otoritas yang akan segera berlaku itu, ujar Trump, mengesahkan perintah eksekutif yang memungkinkan Departemen Keuangan berkonsultasi dengan presiden dan Sekretaris Negara Mike Pompeo “otoritas sanksi baru sangat penting yang dapat menargetkan siapapun terkait dengan Pemerintah Turki, apapun bagiannya.”

Presiden prihatin dengan serangan militer yang tengah berlangsung dan penargetan warga sipil, infrastruktur, etnis atau agama minoritas, presiden juga ingin menjelaskan pentingnya Turki tak mengizinkan pejuang ISIS melarikan diri,” ujar Mnuchin, menyebutkan nama lain untuk Daesh.

Mnuchin mencatat, belum ada sanksi yang dijatuhkan “tetapi karena presiden telah mengatakan akan memberikan otoritas yang sangat signifikan berdasarkan upaya berkelanjutan.”

Dalam menghadapi bipartisan anggota parlemen, Trump mengingatkan Turki soal konsekuensi ekonomi jika bertindak dengan cara yang dia anggap tak perlu.

Pada Rabu, Turki meluncurkan Operasi Air Mata Perdamaian di utara Suriah untuk mengamankan perbatasan dengan melenyapkan teroris di sana.

Sekaligus demi memastikan pengungsi Suriah dapat kembali dengan aman, dan kesatuan wilayah tersebut.

Ankara ingin membersihkan wilayah timur Sungai Eufrat dari teroris PKK dan cabangnya di Suriah, PYD/YPG.

Dalam lebih dari 30 tahun kampanye teror melawan Turki, PKK—yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa—bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang, termasuk perempuan dan anak-anak.

Turki memiliki perbatasan 911 kilometer (566 mil) dengan Suriah dan telah lama mengecam ancaman para teroris di sebelah timur Sungai Eufrat dan pembentukan "koridor teroris" di sana.

Mereka berencana untuk mengembalikan dua juta warga Suriah ke zona aman seluas 30 km yang membentang dari Sungai Eufrat ke perbatasan Irak, termasuk Manbij. Namun, kehadiran kelompok teror seperti PKK, PYD dan YPG menghambat rencana itu.

Turki telah membebaskan area 4.000 km persegi (1.544 mil persegi) di Suriah dari kelompok-kelompok teroris dalam dua operasi lintas-perbatasan yang terpisah.

Sejak 2016, Turki telah melakukan dua operasi militer besar di barat laut Suriah—Operasi Perisai Eufrat dan Operasi Ranting Zaitun—untuk memberantas Daesh dan YPG, yang merupakan cabang Suriah kelompok teroris PKK.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA