Trump salahkan Obama soal dukungan AS untuk YPG/PKK

Trump secara terang-terangan langsung menggunakan istilah PKK untuk menyebut kelompok teroris bersenjata YPG di utara Suriah

Trump salahkan Obama soal dukungan AS untuk YPG/PKK

WASHINGTON

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyalahkan mantan Presiden Barack Obama, karena telah beraliansi dengan PKK yang merupakan musuh ganas Turki.

Trump secara terang-terangan langsung menggunakan istilah PKK untuk menyebut kelompok teroris bersenjata YPG di wilayah utara Suriah.

Menurut Presiden AS, dukungan Obama kepada YPG/PKK membuat situasi menjadi sangat sulit.

“Mereka (Turki dan YPG/PKK) saling membenci satu sama lain selama bertahun-tahun," Tutur Trump.

Dalam pernyataannya di Gedung Putih tadi malam, mengenai operasi Turki di Suriah, Trump membela keputusan Turki soal Suriah.

"Sudah waktunya untuk mengakhiri perang yang tak ada ujungnya ini," kata dia.

Trump juga mengungkapkan kehadiran AS di Timur Tengah sebagai "kesalahan terburuk".

Turki meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian pada Rabu untuk mengamankan perbatasannya dengan menghilangkan unsur-unsur teroris guna memastikan kembalinya pengungsi Suriah dengan aman dan integritas wilayah Suriah.

Turki mengatakan kelompok teroris PKK dan perpanjangannya di Suriah YPG/PYD merupakan ancaman terbesar bagi masa depan Suriah, yang membahayakan integritas teritorial dan struktur kesatuan negara.

Ankara juga menekankan bahwa mendukung teroris dengan dalih memerangi Daesh/ISIS tidak dapat diterima.

Turki berencana untuk memukimkan kembali 2 juta warga Suriah di zona aman selebar 30 kilometer yang akan didirikan di Suriah, membentang dari Sungai Eufrat ke perbatasan Irak, termasuk Manbij.

Namun, kehadiran kelompok teroris seperti PKK, PYD dan YPG mengancam keamanan zona tersebut.

Turki telah membersihkan area seluas 4.000 kilometer persegi di Suriah dari kelompok-kelompok teroris dalam dua operasi lintas-perbatasan.

Sejak 2016, Turki telah melakukan dua operasi militer besar di Suriah barat laut - Operas Perisai Eufrat dan Ranting Zaitun - untuk membersihkan wilayah dari kelompok teroris Daesh dan YPG.

Kedua operasi itu sejalan dengan hak negara untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB, resolusi Dewan Keamanan PBB no. 1624 (2005), 2170 (2014) dan 2178 (2014), sembari tetap menghormati integritas teritorial Suriah.

Selama Operasi Perisai Eufrat, pasukan Turki telah melumpuhkan 3.060 teroris Daesh.

Sementara itu, lebih dari 300 orang tewas dalam serangan yang diklaim oleh Daesh di Turki, di mana kelompok teroris itu menargetkan warga sipil dalam bom bunuh diri dan serangan bersenjata dalam beberapa tahun terakhir.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA