Terowongan sarang teroris YPG/PKK ditemukan di timur sungai Eufrat

Digunakan untuk bersembunyi dari serangan udara Turki, terowongan YPG/PKK ditemukan di Desa Kishto, Suriah

Terowongan sarang teroris YPG/PKK ditemukan di timur sungai Eufrat

RAS AL-AYN, Suriah

Angkatan Bersenjata Turki (TSK) pada Kamis menemukan sebuah terowongan yang digali oleh teroris YPG/PKK untuk berlindung selama serangan udara Turki sebagai bagian dari operasi yang sedang berlangsung di desa Kishto, Kota Ras al-Ayn, Suriah.

Menurut sumber keamanan, terowongan itu terletak di antara Desa Kishto dan perbatasan Turki, dengan pintu masuk beton yang dibangun empat meter di bawah permukaan.

Dengan taktik yang sebelumnya digunakan oleh organisasi teroris Daesh, teroris YPG menggali terowongan untuk berlindung dari operasi Turki, infiltrasi dan serangan mendadak.

TSK juga menemukan sejumlah terowongan lain di Afrin setelah desa-desa dibebaskan dari teroris selama Operasi Ranting Zaitun.

Desa al-Yabisah dan Tal Fandar adalah yang pertama dibersihkan dari teroris sebagai bagian dari Operasi Mata Air Perdamaian yang diluncurkan pada Rabu di timur Sungai Eufrat, Suriah utara.

Kemudian, pasukan juga membebaskan desa Musheirifa, Dadat, Bir Ashiq dan Hamidiyah di Tal Abyad dan Kishto di Ras al-Ayn.

Desa-desa di Lower Kishto, Barzan, Al Jadedah dan Gisas juga dibersihkan dari para teroris.

Sementara itu, Tentara Nasional Suriah memutus jalur suplai YPG/PKK melalui distrik Dirbasiye di Al-Hasakah.

Pasukan Tentara Nasional Suriah mengambil tindakan pencegahan keamanan di desa-desa yang terletak di sebelah barat Tal Abyad.

Operasi Mata Air Perdamaian Turki ditujukan untuk mengamankan perbatasan dengan menghilangkan elemen-elemen teroris dan untuk memastikan kembalinya pengungsi dengan aman dan integritas wilayah Suriah.

Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA