Sistem penyimpanan elektrotermal pertama di dunia mulai beroperasi

Teknologi penyimpanan baru memungkinkan penyimpanan energi hemat biaya dalam jumlah besar

Sistem penyimpanan elektrotermal pertama di dunia mulai beroperasi

ANKARA

Siemens Gamesa Renewable Energy (SGRE) memulai operasi Sistem Penyimpanan Energi Elektrotermal (ETES) di Jerman pada Rabu.

Perusahaan itu mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa instalasi penyimpanan termal percontohan baru di Hamburg-Altenwerder dapat menyimpan energi sebesar 130 megawatt jam (MWh) hingga satu minggu.

Teknologi penyimpanan yang inovatif memungkinkan untuk menyimpan energi dalam jumlah besar dan hemat biaya dengan memisahkan pembangkit dan penggunaan listrik.

Fasilitas penyimpanan panas mengandung sekitar 1.000 ton batuan vulkanik sebagai media penyimpanan energi.

Penyimpanan itu diberi energi listrik yang dikonversi menjadi udara panas melalui pemanas resistensi dan blower yang memanaskan batuan hingga 750 derajat celcius.

Ketika permintaan tinggi, ETES menggunakan turbin uap untuk elektrifikasi ulang energi yang tersimpan.

"Kapasitas penyimpanan sistem tetap konstan di seluruh siklus pengisian," kata SGRE.

Siemens Gamesa berencana untuk menggunakan teknologi penyimpanannya dalam proyek komersial serta meningkatkan kapasitas penyimpanan dan daya.

"Tujuannya adalah untuk menyimpan energi dalam kisaran beberapa jam gigawatt (GWh) dalam waktu dekat. Satu jam gigawatt setara dengan konsumsi listrik harian sekitar 50.000 rumah tangga," kata perusahaan itu.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA