Seminar media internasional bahas perdamaian Timur Tengah di Turki

Jurnalis di wilayah Timur Tengah menceritakan kesulitan yang mereka hadapi di lapangan

Seminar media internasional bahas perdamaian Timur Tengah di Turki

ANKARA 

Seminar Media Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Perdamaian di Timur Tengah, yang diinisiasi kantor Komunikasi Global PBB dan Kementerian Luar Negeri Turki, dimulai di Ankara pada Rabu.

Seminar akan berlanjut pada Kamis dengan dihadiri oleh birokrasi tingkat tinggi, akademisi, jurnalis serta diplomat.

Seminar PBB tahun ini berfokus pada situasi kemanusiaan di wilayah Palestina yang diduduki dan tantangan yang dihadapi wartawan di wilayah tersebut.

Dalam pidato pembukaan, Naci Aydan Karamanoglu, wakil direktur jenderal komunikasi di Kementerian Luar Negeri Turki, mengatakan orang-orang di Timur Tengah hidup dalam damai selama berabad-abad, dan keragaman dianggap sebagai sumber kekayaan.

Dia menambahkan bahwa situasi saat ini berbeda dari sebelumnya.

Gaza masih di bawah blokade, dan Palestina memiliki hak untuk kembali ke tanah air mereka, kata Karamanoglu.

Sementara Perwakilan Tetap Senegal untuk PBB Cheikh Niang juga menyampaikan pidato di seminar tersebut.

Niang menekankan pentingnya liputan media internasional tentang masalah Palestina, dan mengatakan bahwa media dapat menjadi suara bagi mereka yang tidak bersuara.

Pesan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga dibacakan di seminar di ibu kota.

Riyadh Mansour, pengamat permanen Palestina di PBB, mengatakan blokade Israel adalah alasan utama di balik krisis kemanusiaan di Gaza.

Menurut Peter Mulrean, direktur Kantor Perwakilan Badan Pertolongan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di New York, blokade 12 tahun di wilayah itu adalah hasil dari pertikaian multilateral antar pihak.

Kesulitan yang dihadapi wartawan di Timur Tengah juga dibahas dalam seminar.

London School of Economics sesama Dr. Ian Black, kolumnis Hareetz Amira Hass, mantan reporter New York Times, Majd al Waheidi, dan kolumnis Daily Sabah Merve Sebnem Oruc termasuk di antara pembicara.


TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA