Sekjen NATO: Aliansi sudah banyak berperan selama beberapa dekade

NATO menganggap Rusia dan China sebagai tantangan strategis

Sekjen NATO: Aliansi sudah banyak berperan selama beberapa dekade

BRUSSEL

Para pemimpin NATO akan merayakan 70 tahun aliansi militer tersebut dan membahas strategi mereka masa depan dalam pertemuan puncak bulan depan, di London.

Agenda pertemuan tersebut adalah membahas rencana NATO untuk meningkatkan kesiapan pasukannya, mengakui ruang angkasa sebagai domain operasional, memperbaharui rencana pemberantasan teroris dan membagi beban investasi yang lebih adil. 

"NATO terus menjadi landasan perdamaian dan stabilitas," kata Sekjen NATO Jens Stoltenberg pada konferensi pers Jumat.

“Kami adalah 29 sekutu, masing-masing mempunyai sejarah, budaya dan praktik politiknya sendiri. Kita seharusnya tidak terkejut jika kita tidak setuju, tetapi kekuatan NATO terletak pada kenyataan bahwa kita selalu mengatasi ini, dan tetap bersatu dalam tugas inti kita untuk saling melindungi."

Presiden Prancis Emmanuel Macron awal bulan ini menyebut NATO mengalami "kematian otak" dalam sebuah wawancara dengan mingguan Inggris, The Economist.

Dia beralasan pernyataannya adalah "panggilan peringatan" bagi sekutu pada konferensi pers bersama dengan Stoltenberg di Paris.

Macron juga mendesak para pemimpin NATO untuk mengalihkan fokus dari Rusia dan China ke terorisme, musuh nyata NATO.

Stoltenberg menanggapi pernyataan Macron dengan mengatakan, "Kami tidak melihat ancaman militer dari Rusia terhadap negara NATO, tetapi kami melihat tantangan strategis."

Dia mengatakan investasi besar Rusia dalam memodernisasi pasukannya melanggar "perjanjian kendali senjata landasan di Eropa," mengacu pada Perjanjian Pasukan Nuklir Jangka Menengah, dan dia menuduh Rusia "bertanggung jawab atas tindakan agresif untuk tetangga Eropa."

Menurut Stoltenberg, modernisasi militer China juga harus dipertimbangkan, serta "peningkatan kehadirannya di Kutub Utara, Balkan, dan di dunia maya."

Sekretaris Jenderal mengatakan penting untuk menanggapi tantangan secara terpadu dan menyatakan harapan yang kuat tentang masa depan.

"Eropa dan Amerika Utara melakukan lebih banyak sekarang daripada yang telah mereka lakukan selama beberapa dekade," dan dia memuji pembaruan Anggaran Pertahanan negara-negara NATO.

Negara-negara aliansi ini diperkirakan menghabiskan 4,6 persen lebih banyak untuk pertahanan pada 2019 dibandingkan tahun sebelumnya, yang merupakan tahun kelima pertumbuhan berturut-turut.

Sekutu Eropa dan Kanada akan menambah USD130 miliar lebih ke anggaran militer mereka pada 2020, sejak 2016, menurut perkiraan.

NATO mengharapkan anggaran pertahanan tambahan meningkat menjadi USD400 miliar pada akhir 2024.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA