Sebelum pesawatnya jatuh, Emiliano Sala keracunan karbon monoksida

Laporan yang dirilis oleh Air Accidents Investigation Branch mengungkapkan darah Sala mengandung 58 persen karbon monoksida

Sebelum pesawatnya jatuh, Emiliano Sala keracunan karbon monoksida

ANKARA 

Pesepak bola Argentina Emiliano Sala diduga terpapar karbon monoksida tingkat tinggi sebelum kecelakaan helikopter merenggut nyawanya awal tahun ini.

Laporan yang dirilis oleh Air Accidents Investigation Branch (AAIB) Inggris mengungkapkan darah Sala mengandung 58 persen karbon monoksida (CO).

"CO adalah gas yang tidak berwarna dan tidak berbau yang dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna dari bahan-bahan yang mengandung karbon. Jika dihirup akan menghambat aliran masuk oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh," papar AAIB.

"Dengan melihat jenis pesawat yang ditumpangi Sala, di mana kokpit menyatu dengan kabin, maka sang pilot kemungkinan besar juga terpapar karbon monoksida," tambah tim investigasi merujuk pada David Ibbotson, pilot pesawat yang jasadnya belum ditemukan hingga saat ini.

Keracunan karbon monoksida dapat mengurangi atau menghambat kemampuan pilot untuk menerbangkan pesawat.

Dalam laporan itu tidak disimpulkan mengenai penyebab kematian Sala atau Ibbotson, apakah karena keracunan gas atau karena kecelakaan pesawat itu sendiri.

Setelah laporan itu dirilis, keluarga Sala menyatakan kecurigaan mereka mengenai insiden tersebut.

“Kami berhak tahu bagaimana karbon monoksida bisa masuk ke kabin. Pengetahuan yang memadai tentang masalah ini berguna untuk keselamatan penerbangan di masa depan," ujar keluarga Sala.

Pada 21 Januari, Sala bertolak dari Prancis ke Inggris untuk bergabung dengan klub barunya, Cardiff City.

Pesawat yang ditumpanginya dari Nantes, menghilang dari radar dekat Kepulauan Channel.

Puing-puing pesawat ditemukan oleh kapal pencarian swasta pada 3 Februari. Tak lama kemudian, jasadnya pun ditemukan.

*ditulis oleh Sena Guler

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA