Rwanda, Republik Afrika Tengah teken perjanjian pertahanan dan ekonomi

Presiden kedua negara menandatangani beberapa perjanjian bilateral termasuk pertahanan, minyak, investasi dan pertambangan

Rwanda, Republik Afrika Tengah teken perjanjian pertahanan dan ekonomi

Rwanda dan Republik Afrika Tengah pada Selasa menandatangani sejumlah perjanjian bilateral di ibu kota Republik Afrika Tengah, Bangui, lansir situs berita Africa.cgtn.

Presiden Rwanda Paul Kagame mengadakan pembicaraan dengan Presiden Republik Afrika Tengah Faustin-Archange Touadera, selama kunjungan resminya ke Bangui.

Setelah perundingan, kedua pemimpin menandatangani berbagai perjanjian yang berfokus pada pertahanan, minyak, promosi investasi dan pertambangan.

"Kesempatan ini menandai babak baru dalam hubungan bilateral, antara Rwanda dan Republik Afrika Tengah," kata Kagame seperti dikutip Afrika.cgtn.

Dia mengatakan bahwa kedua negara kita mengalami sejarah yang sulit. Namun, tidak ada bangsa yang selamanya menjadi sandera masa lalu.

"Hari ini, kami menandatangani sejumlah perjanjian penting yang menempatkan upaya bersama kami pada pijakan yang kuat. Dan ini baru permulaan. Perjanjian ini harus dilaksanakan dengan giat, sehingga kami dapat membangunnya untuk mencapai lebih banyak lagi di tahun-tahun mendatang," ujar Kagame.

Kunjungan Kagame ke Republik Afrika Tengah adalah yang pertama sejak Touadera menjabat pada 2016.

Rwanda adalah kontributor utama pasukan penjaga perdamaian di Republik Afrika Tengah dengan 1.370 tentara serta 430 personil polisi.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA