Rusia tuduh AS rekayasa demografi Suriah

"Koalisi menuai buah dari kebijakan demografis mereka di Suriah," kata duta besar Rusia untuk PBB

Rusia tuduh AS rekayasa demografi Suriah

WASHINGTON

Utusan Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia pada Kamis menuding koalisi anti-Daesh yang dipimpin AS melakukan rekayasa demografis di Suriah timur laut.

"Operasi ini adalah hasil dari rekayasa demografis yang dilakukan oleh beberapa mitra koalisi di timur laut Suriah," kata Nebenzia kepada wartawan di markas PBB New York.

"Sekarang sebenarnya koalisi menuai buah dari kebijakan demografis mereka di Suriah," tambah dia.

Diplomat Rusia itu menyampaikan pidatonya setelah sidang Dewan Keamanan PBB tentang situasi di Suriah.

"Kami mendorong suku Kurdi untuk berdialog dengan pemerintah Suriah, tetapi seperti yang Anda tahu mereka lebih suka pelindung lain," ujar Nebenzia.

Turki meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian pada Rabu untuk mengamankan perbatasannya dengan menghilangkan unsur-unsur teroris guna memastikan kembalinya pengungsi Suriah dengan aman dan integritas wilayah Suriah.

Menurut Turki, kelompok teroris PKK dan cabangnya YPG/PYD merupakan ancaman terbesar bagi masa depan Suriah, yang membahayakan integritas teritorial dan struktur kesatuan negara.

Ankara juga menekankan bahwa mendukung teroris dengan dalih memerangi Daesh/ISIS tidak dapat diterima.

Turki berbagi perbatasan sepanjang 911 kilometer dengan Suriah dan telah lama mengecam ancaman dari teroris di timur Sungai Eufrat dan pembentukan koridor teroris di sana.

Turki berencana untuk memukimkan kembali 2 juta warga Suriah di zona aman selebar 30 kilometer yang akan didirikan di Suriah, membentang dari Sungai Eufrat ke perbatasan Irak, termasuk Manbij.

Namun, kehadiran kelompok teroris seperti PKK, PYD dan YPG mengancam keamanan zona tersebut.

Turki telah membersihkan area seluas 4.000 kilometer persegi di Suriah dari kelompok-kelompok teroris dalam dua operasi lintas-perbatasan.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA