Rusia prihatin dengan janji pemilu Netanyahu

Rusia khawatir implementasinya akan meningkatkan ketegangan kawasan dan melemahkan harapan untuk perdamaian yang telah lama ditunggu-tunggu antara Israel dan negara-negara tetangga Arabnya

Rusia prihatin dengan janji pemilu Netanyahu

MOSKOW

Kementerian Luar Negeri Rusia memperingatkan bahwa janji Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mencaplok Lembah Yordania akan meningkatkan ketegangan di kawasan itu.

"Kami berbagi keprihatinan atas rencana kepemimpinan Israel, yang implementasinya dapat mengarah pada peningkatan ketegangan yang tajam di kawasan itu dan melemahkan harapan untuk perdamaian yang telah lama ditunggu-tunggu antara Israel dan negara-negara tetangga Arabnya," kata kementerian itu kata dalam sebuah pernyataan, Rabu.

Pernyataan itu muncul sehari setelah Netanyahu berjanji bahwa jika dia memenangkan pemilihan umum pada 17 September, dia akan mencaplok sebagian tanah yang diduduki di Tepi Barat termasuk utara Laut Mati dan Lembah Jordan.

Rusia juga menegaskan kembali posisinya yang konsisten dan tidak berubah terhadap konflik Palestina-Israel berdasarkan solusi dua negara dalam perbatasan yang ditetapkan pada 1967.

Pada Kamis, Netanyahu akan melakukan perjalanan ke kota pesisir Rusia, Sochi, di mana dia akan untuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin.

Sekitar 650.000 orang Yahudi Israel saat ini tinggal di lebih dari 100 permukiman yang dibangun sejak 1967, ketika Israel mulai menduduki Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Palestina menginginkan wilayah ini - bersama dengan Jalur Gaza - menjadi bagian dari negara Palestina di masa depan.

Hukum internasional memandang Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai wilayah pendudukan dan menganggap semua aktivitas pembangunan permukiman Yahudi di sana sebagai tindakan ilegal.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA