Rusia minta YPG/PKK mundur dari perbatasan Suriah

Juru bicara kepresidenan Rusia menegaskan bahwa tentara Turki akan menghancurkan teroris YPG / PKK jika mereka tidak mundur

Rusia minta YPG/PKK mundur dari perbatasan Suriah

MOSKOW 

Juru bicara kepresidenan Rusia menegaskan bahwa tentara Turki akan menghancurkan teroris YPG / PKK jika mereka tidak meninggalkan perbatasan Suriah.

"Kesepakatan yang dicapai oleh presiden Turki dan Rusia menyarankan pembasmian unsur-unsur YPG / PKK dan senjata mereka dari wilayah itu," kata Dmitry Peskov pada Rabu.

Dia juga menekankan jika YPG / PKK tak menarik diri, maka mesin militer Turki yang akan "melibas" mereka.

Peskov menyarankan agar YPG/PKK tidak menunggu bantuan dari AS, karena negara itu "meninggalkan sekutu-sekutunya", bahkan "mendorong mereka untuk berperang dengan Turki".

Pada 9 Oktober, Turki meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian untuk memberangus teroris dari utara Suriah, mengamankan perbatasan Turki, membantu repatriasi yang aman bagi para pengungsi Suriah, dan menjamin integritas wilayah Suriah.

Kemudian, pada 17 Oktober, delegasi Amerika Serikat yang dipimpin oleh Wakil Presiden Mike Pence berkunjung ke Ankara, di mana mereka bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan membahas operasi antiteror Turki.

Sebagai bagian dari kesepakatan, Turki menghentikan operasinya di timur Sungai Efrat selama 120 jam untuk memungkinkan penarikan pasukan YPG/PKK dari zona aman.

Pada Selasa, Erdogan dan rekan sejawatnya di Rusia, Vladimir Putin, menggelar pertemuan "bersejarah" di Kota Sochi.

Ankara dan Moskow juga menyepakati bahwa teroris PKK / YPG akan mundur 30 kilometer (19 mil) dari perbatasan Turki dengan Suriah utara dalam waktu 150 jam dan pasukan keamanan dari Turki dan Rusia akan melakukan patroli bersama di sana.

Dalam kampanye terornya melawan Turki selama lebih dari 30 tahun, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian 40.000 jiwa, termasuk perempuan, anak-anak, dan bayi.




TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA