Rumah sakit tahan gempa akan segera dibuka di Istanbul

Gedung Rumah Sakit Okmeydani akan segera diganti menjadi pusat kesehatan anti-gempa

Rumah sakit tahan gempa akan segera dibuka di Istanbul

ANKARA 

Sebuah rumah sakit Turki akan membuka fasilitas pelayanan medis baru yang tahan gempa di Istanbul pada Februari.

Gedung Rumah Sakit Pelatihan dan Penelitian Okmeydani dirobohkan di bawah Proyek Pengurangan Risiko Seismik Istanbul dan Proyek Persiapan Kasus Darurat (ISMEP) dan sebuah bangunan baru telah dibangun di lokasi tersebut.

Rumah sakit ini memiliki 1.800 sistem isolator pendulum rangkap tiga yang akan memungkinkannya tetap beroperasi jika terjadi gempa bumi untuk memberikan bantuan medis bagi para korban.

Kelompok Bank Pembangunan Islam (IsDB) menyediakan EUR158,9 juta (Rp.2,4 triliun) untuk proyek tersebut.

"Bangunan kami sudah sangat tua dan kapasitasnya tidak mencukupi," kata Wakil Kepala Dokter Rumah Sakit Okmeydani Dr. Ismail Koyuturk kepada Anadolu Agency.

Koyuturk mencatat bahwa rumah sakit itu melayani 10.000 pasien setiap hari.

"Setelah mulai beroperasi, rumah sakit akan melihat peningkatan 20 persen dalam jumlah pasien," ujar dia..

Jumlah operasi diperkirakan akan naik 50 persen hingga mencapai 150 per hari.

Koyuturk mengatakan hampir 98 persen dari bangunan baru telah selesai dibangun.

Rumah sakit itu meningkatkan akses ke layanan perawatan kesehatan tersier di gedung berlantai 14 yang mengakomodasi 876 tempat tidur baru hingga mampu menampung 1.684 pasien rawat inap.

Fasilitas baru seperti transplantasi organ dan unit perawatan paliatif onkologi telah diperkenalkan dengan peralatan medis modern.

Istanbul berada di wilayah yang sangat seismik dan Turki telah diguncang lebih dari seratus gempa bumi besar berkekuatan 6.0 Skala Richter selama satu abad terakhir.

Oleh karena itu, pemerintah Turki mengambil langkah-langkah besar dalam mengadopsi strategi untuk pemeriksaan seismik bangunan dalam upaya untuk mengurangi risiko gempa bumi besar, terutama struktur publik termasuk rumah sakit dan pusat layanan darurat lainnya.

Kepala Bank Pembangunan Islam Bandar Hajjar dan delegasi, Wakil Gubernur Istanbul Levent Kilic dan Kepala Unit Koordinasi Proyek Istanbul Kazim Gokhan Elgin telah mengunjungi rumah sakit itu bersama dengan para ahli dan pejabat lainnya.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA