Rezim Assad dan Rusia masih terus menyerang Idlib di Suriah

Serangan masih berlanjut di zona de-eskalasi Idlib, melanggar ketentuan gencatan senjata

Rezim Assad dan Rusia masih terus menyerang Idlib di Suriah

IDLIB, Suriah

Pasukan rezim Bashar al-Assad, kelompok teroris asing dukungan Iran dan pendukung rezim Rusia masih menyerang rumah sakit dan permukiman warga di Idlib, Suriah.

Sementara serangan Rusia ke daerah pemukiman menewaskan setidaknya dua warga sipil.

Menurut observatorium oposisi Suriah, dua warga sipil tewas akibat serangan jet Rusia ke desa Kirisa, selatan Idlib.

Selain itu, serangan udara Rusia juga menghantam distrik Kafr Nabl dan desa-desa seperti Kafr Ruma, Maaret Hirma, Rakaya, Urainibah, Kirisa dan Has di Idlib tadi malam.

Di sisi lain, tentara rezim Assad juga menyerang Kafr Nabl dan sejumlah desa dalam 24 jam terakhir di selatan Idlib.

Salah satu serangan itu menargetkan rumah sakit ibu dan anak Al Rawda di distrik Kafr Nabl. Rumah sakit tersebut hancur sehingga tak layak guna.

Serangan pasukan rezim Assad, kelompok teroris asing dukungan Iran dan Rusia sejak awal Oktober lalu menyebabkan hampir 50.000 warga sipil terpaksa meninggalkan rumah mereka di Zona De-eskalasi Idlib.

Pada 2018, Turki dan Rusia sepakat untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi, di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.

Sejak itu, lebih dari 1.300 warga sipil tewas dalam serangan rezim dan pasukan Rusia di zona de-eskalasi.

Sekitar satu juta orang terpaksa meninggalkan daerah rawan konflik di distrik itu dan mulai berlindung di daerah yang lebih aman di bagian utara kota yang berbatasan dengan Turki.

Saat ini, ada lebih dari 3,6 juta warga Suriah berlindung di Turki. Mereka berharap bisa kembali ke tanah airnya.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA