Presiden Venezuela Maduro umumkan kesepakatan dengan oposisi

Lima partai menandatangani kesepakatan dengan pemerintah untuk fokus pada pemilihan yang akan datang, pembebasan tahanan dan bersatu melawan blokade AS

Presiden Venezuela Maduro umumkan kesepakatan dengan oposisi

ANKARA

Pemerintah Venezuela dan lima pemimpin partai oposisi pada Senin mengumumkan kesepakatan untuk memulai proses dialog baru guna mengatasi masalah di negara itu.

Pemimpin oposisi utama Juan Guaido tidak ikut ambil bagian dalam kesepakatan baru tersebut.

Kesepakatan terbentuk enam minggu setelah pemerintah Presiden Nicolas Maduro meninggalkan negosiasi dengan alasan sanksi administrasi Amerika Serikat terhadap negara-negara OPEC.

'Saya menyambut baik penandatanganan perjanjian yang dicapai di Meja Dialog dengan oposisi,' tulis Maduro di Twitter.

Dia mengatakan bahwa perkembangan ini adalah langkah untuk bergerak menuju hidup bersama dan damai.

"Semua pintu dialog akan tetap terbuka untuk ketenangan semua rakyat Venezuela," tambah dia.

Proses Mesa Nacional, atau Meja Nasional, akan fokus pada pemilihan yang akan datang, pembebasan tahanan dan persatuan oposisi melawan blokade AS.

Wakil oposisi Timoteo Zambrano dari Cambiemos dan Claudio Fermin dari partai Solusi bagi Venezuela menyuarakan dukungan untuk perjanjian tersebut.

Keduanya mengatakan bahwa mereka bergabung dalam pembicaraan untuk menghilangkan hambatan yang merusak demokrasi Venezuela.

Zambrano dan Fermin juga menegaskan bahwa mereka menentang tindakan permusuhan terhadap Venezuela.

"Kami bertaruh perdamaian untuk upaya bersama; Venezuela tidak akan membiarkan negara kehilangan kesempatan untuk dialog ini," kata Fermin kepada wartawan setelah menandatangani perjanjian.

“Wakil Juan Guaido, seperti yang telah kita saksikan, telah memiliki peluang luar biasa dengan dialog di Norwegia ... apa yang dia usulkan? Kekerasan? Menyilangkan tangan? Menyerah kepada kehendak kekuatan eksternal?” tambah dia, seperti dikutip saluran TV TeleSur.

 Turki menyuarakan dukungan

Turki adalah salah satu negara pertama yang menyambut baik kesepakatan antara pemerintah dan partai-partai oposisi di Venezuela.

Sebuah pernyataan dari kementerian luar negeri pada Selasa menyatakan posisi tegas Turki untuk penyelesaian perselisihan di Venezuela melalui preferensi rakyat sejak dimulainya krisis politik pada Januari.

'Kami menyambut baik kesepakatan yang dicapai antara Pemerintah Venezuela dan beberapa partai oposisi kemarin (16 September) di Caracas. Kami menganggap perkembangan ini sebagai langkah yang signifikan dan mendorong menuju solusi," bunyi pernyataan itu.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA